Aku bangun pagi ini,
Peaked out my door:
Melihat keluar dari pintu,
It was rainin', cold an' grey.
Hujan turun, dingin dan kelabu.
It's my one day off: I was gonna play golf.
Ini satu-satunya hari liburku: aku berencana main golf.
There goes the plans that I made.
Nah, rencana yang sudah aku buat meleset.
Oh, but you won't hear me complain.
Tapi, kamu tidak akan mendengar aku mengeluh.
An' oh, what a perfect day for lovin' you.
Oh, betapa sempurnanya hari ini untuk mencintaimu.
When you're in my arms, I've got sunshine,
Saat kamu ada di pelukanku, aku merasakan sinar matahari,
An' the sky's always blue.
Dan langit selalu biru.
Couldn't ask for better weather,
Tak bisa minta cuaca yang lebih baik,
To do what I do:
Untuk melakukan apa yang aku lakukan:
Oh, what a perfect day for lovin' you.
Oh, betapa sempurnanya hari ini untuk mencintaimu.
So let's go grab a blanket,
Jadi, ayo ambil selimut,
An' a hot cup of coffee,
Dan secangkir kopi panas,
And sit out on the front porch and swing.
Dan duduk di teras depan sambil berayun.
That look in your eyes is what's on my mind:
Tatapan di matamu adalah yang ada di pikiranku:
We don't have to say anything.
Kita tidak perlu mengatakan apa-apa.
Let's just listen to that old tin roof sing.
Mari kita hanya mendengarkan atap seng tua itu bernyanyi.
An' oh, what a perfect day for lovin' you.
Oh, betapa sempurnanya hari ini untuk mencintaimu.
When you're in my arms, I've got sunshine,
Saat kamu ada di pelukanku, aku merasakan sinar matahari,
An' the sky's always blue.
Dan langit selalu biru.
Couldn't ask for better weather,
Tak bisa minta cuaca yang lebih baik,
To do what I do:
Untuk melakukan apa yang aku lakukan:
Oh, what a perfect day for lovin' you.
Oh, betapa sempurnanya hari ini untuk mencintaimu.
Oh, what a perfect day for lovin' you.
Oh, betapa sempurnanya hari ini untuk mencintaimu.
For lovin' you.
Untuk mencintaimu.