Ya, ya, begitu biru, biru, biru mekarnya Enzian,
wenn beim Alpenglühn wir uns wiedersehn.
ketika kita bertemu kembali di cahaya Alpen.
Mit ihren ro-ro-ro-roten Lippen fing es an,
Dengan bibirnya yang merah-merah, semuanya dimulai,
die ich nie vergessen kann.
yang takkan pernah bisa ku lupakan.
Wenn des Sonntags früh um viere die Sonne aufgeht,
Saat di hari Minggu pagi jam empat matahari terbit,
und das Schweizer Madel auf die Alm 'naufgeht,
dan gadis Swiss pergi ke gunung,
bleib ich ja so gern am Wegrand stehn, ja stehn,
aku sangat suka berdiri di pinggir jalan, ya berdiri,
denn das Schweizer Madel sang so schön.
karena gadis Swiss itu bernyanyi begitu indah.
Holla hia, hia, holla di holla di ho.
Holla hia, hia, holla di holla di ho.
Holla hia, hia, holla di holla di ho.
Holla hia, hia, holla di holla di ho.
Blaue Blumen dann am Wegrand stehn, ja stehn,
Bunga-bunga biru kemudian berdiri di pinggir jalan, ya berdiri,
denn das Schweizer Madel sang so schön.
karena gadis Swiss itu bernyanyi begitu indah.
Ja, ja, so blau, blau, blau blüht der Enzian,
Ya, ya, begitu biru, biru, biru mekarnya Enzian,
wenn beim Alpenglühn wir uns wiedersehn.
ketika kita bertemu kembali di cahaya Alpen.
Mit ihren ro-ro-ro-roten Lippen fing es an,
Dengan bibirnya yang merah-merah, semuanya dimulai,
die ich nie vergessen kann.
yang takkan pernah bisa ku lupakan.
In der ersten Hütte, da hab'n wir zusammen gesessen,
Di gubuk pertama, kami duduk bersama,
in der zweiten Hütte, da hab'n wir zusammen gegessen,
di gubuk kedua, kami makan bersama,
in der dritten Hütte hab' ich sie geküßt,
di gubuk ketiga, aku menciumnya,
keiner weiß, was dann geschehen ist.
tak ada yang tahu apa yang terjadi selanjutnya.
Holla hia, hia, holla di holla di ho.
Holla hia, hia, holla di holla di ho.
Holla hia, hia, holla di holla di ho.
Holla hia, hia, holla di holla di ho.
In der dritten Hütte hab' ich sie geküßt,
Di gubuk ketiga, aku menciumnya,
keiner weiß, was dann geschehen ist.
tak ada yang tahu apa yang terjadi selanjutnya.
Ja, ja, so blau, blau, blau blüht der Enzian,
Ya, ya, begitu biru, biru, biru mekarnya Enzian,
wenn beim Alpenglühn wir uns wiedersehn.
ketika kita bertemu kembali di cahaya Alpen.
Mit ihren ro-ro-ro-roten Lippen fing es an,
Dengan bibirnya yang merah-merah, semuanya dimulai,
die ich nie vergessen kann.
yang takkan pernah bisa ku lupakan.