Semua perhitungan disisihkan;
The inevitable Descent from Heaven,
Turun yang tak terhindarkan dari Surga,
A visitation of memories and a seance of rhythms
Kunjungan kenangan dan sesi ritme yang menghantui
Invades my house, my head,
Menghampiri rumahku, kepalaku,
And the world to mind.
Dan dunia dalam pikiranku.
A horse leaps forward on suburban turf,
Seekor kuda melompat maju di tanah pinggiran kota,
Past planted fields and stretches of woods
Melintasi ladang yang ditanami dan hamparan hutan
Misty with carbonic plague.
Kabut oleh penyakit karbon.
A wretched theatrical woman, somewhere in the world,
Seorang wanita teater yang malang, entah di mana,
Sighs after an improbable indulgence.
Menghela napas setelah kesenangan yang tak terduga.
Desperadoes lie dreaming of storm, and of wounds and debauch.
Para desperado bermimpi tentang badai, luka, dan kebejatan.
Along small streams the little children sit,
Di sepanjang aliran kecil, anak-anak duduk,
Stifling their curses.
Menahan makian mereka.
Let us turn once more to our studies,
Mari kita kembali sekali lagi ke pelajaran kita,
To the noise of insatiable movement
Kepada suara gerakan yang tak pernah puas
That forms and ferments in the masses.
Yang terbentuk dan berkembang di tengah kerumunan.