Saloman menundukkan kepalanya, membuka hatinya
For the world to see, she craved for intimacy
Agar dunia melihat, dia mendambakan kedekatan
Through darkened doors her aspect veiled with indecision
Melalui pintu-pintu gelap, wajahnya tertutup oleh keraguan
Gazed out to sea, she craved lucidity
Memandang ke laut, dia mendambakan kejelasan
Cast adrift from past relationships in her life
Terombang-ambing dari hubungan masa lalu dalam hidupnya
Hoisted up the ideal, this was her saving grace
Mengangkat cita-cita, ini adalah penyelamatnya
Sea's of rage that once assailed her concern for the truth
Lautan kemarahan yang pernah menyerangnya dalam mencari kebenaran
Had passed her by and left her high and dry
Telah berlalu dan meninggalkannya terdampar
In her saviour's arms...(x4)
Dalam pelukan penyelamatnya...(x4)
Across the sea lies the fountain of renewal
Di seberang laut terdapat mata air pembaruan
Where you will see the whole cause of your loneliness
Di mana kau akan melihat seluruh penyebab kesepianmu
Can be measured in dreams that transcend all these lies
Dapat diukur dalam mimpi yang melampaui semua kebohongan ini
And I wish and I pray that there may come a day
Dan aku berharap serta berdoa semoga ada hari itu tiba
For a saviour's arms...(x4)
Untuk pelukan penyelamat...(x4)