Tidak ada doa yang bisa kukatakan, tidak ada saran yang bisa kuterima, tidak ada pil yang bisa membuatku merasa lebih baik.
There's no fountain to seek, no cup I could drink.
Tidak ada air mancur yang bisa dicari, tidak ada cangkir yang bisa kuminum.
I know of nothing that ever grew younger.
Aku tak tahu ada apa pun yang bisa menjadi lebih muda.
But the universe it must go on forever, just like two mirrors that are facing each other.
Tapi alam semesta harus terus berjalan selamanya, seperti dua cermin yang saling berhadapan.
It's reality upon illusion over and over until you can't tell the difference, they both just blend together.
Ini adalah kenyataan di atas ilusi berulang kali sampai kau tak bisa membedakannya, keduanya hanya menyatu.
And I just put each day in a box on a calendar, winter to summer.
Dan aku hanya memasukkan setiap hari ke dalam kotak di kalender, dari musim dingin ke musim panas.
And I'll go walking in that same circle for as long as I can remember.
Dan aku akan terus berjalan dalam lingkaran yang sama selama aku bisa ingat.
I just keep hoping that someone would make me a better offer.
Aku terus berharap ada yang menawarkan sesuatu yang lebih baik.
Cause I know the end that we see from our balcony is barely the beginning.
Karena aku tahu akhir yang kita lihat dari balkon kita hanyalah awal yang sangat kecil.
So I'm up on the fence and I'm still not convinced.
Jadi aku di atas pagar dan aku masih belum yakin.
Can't decide which side looks greener.
Tak bisa memutuskan sisi mana yang terlihat lebih hijau.
So I just stay where I am, remain indifferent.
Jadi aku tetap di tempatku, tetap acuh tak acuh.
What happens, what's happened it's easier.
Apa yang terjadi, apa yang sudah terjadi itu lebih mudah.
I'll go ahead and drown myself in the fluids of another.
Aku akan tenggelam dalam cairan orang lain.
Yeah my woman to me was as pure and essential as water.
Ya, wanita ku bagiku sebersih dan sepenting air.
And so she looked like me for awhile but she does no longer cause she took the shape of whatever it was that held her.
Dan dia terlihat seperti aku untuk sementara, tapi sekarang tidak lagi karena dia mengambil bentuk dari apa pun yang menahannya.
She killed the fear in my heart but our love also got murdered.
Dia membunuh rasa takut di hatiku tapi cinta kita juga dibunuh.
She said my child you can no longer sing of that fever cause it's selfish and you are not selfish.
Dia berkata, "Anakku, kau tidak bisa lagi menyanyikan demam itu karena itu egois dan kau bukan orang yang egois."
You must get stronger.
Kau harus menjadi lebih kuat.
So I know when your lover leaves I guess all you can be is forgiving.
Jadi aku tahu ketika kekasihmu pergi, aku rasa yang bisa kau lakukan hanyalah memaafkan.