Looking at his son across the room
Melihat anaknya dari seberang ruangan
Memandang anaknya dari jauh
he feared to cross that divide
ia takut untuk melintasi jarak itu
dia ragu untuk mendekat
but how long could he stay in this dark
tapi seberapa lama ia bisa bertahan dalam kegelapan ini
tapi berapa lama ia bisa tetap terjebak dalam kegelapan ini
that allows us all to hide
yang memungkinkan kita semua bersembunyi
yang membuat kita bisa bersembunyi
is there a wrong so great in life
apakah ada kesalahan sebesar ini dalam hidup
apakah ada kesalahan yang begitu besar dalam hidup
that it undoes every good we’ve ever done
hingga menghapus semua kebaikan yang pernah kita lakukan
sampai menghapus semua kebaikan yang pernah kita buat
is there an act so good it would undo all our wrongs
apakah ada tindakan yang begitu baik sehingga bisa membalikkan semua kesalahan kita
apakah ada perbuatan baik yang bisa menebus semua kesalahan kita
every single one?
setiap satu dari mereka?
setiap kesalahan itu?
and in putting his whole
dan dalam mengorbankan seluruh
dan saat ia menumpahkan seluruh
life into this gesture
hidupnya dalam isyarat ini
hidupnya dalam tindakan ini
would failing make it
apakah kegagalan akan membuatnya
apakah gagal akan membuatnya
any lesser?
menjadi kurang berarti?
menjadi kurang berarti?
then through the window he thought he saw
lalu melalui jendela, ia pikir ia melihat
kemudian ia melihat sesuatu lewat jendela
in the falling snow so near
di salju yang jatuh begitu dekat
di salju yang turun begitu dekat
the outline of his son’s mother’s face
garis wajah ibunya yang terlihat samar
bayangan wajah ibunya
but then it disappeared
tapi kemudian menghilang
tapi kemudian lenyap
it was only there for a second
itu hanya muncul sesaat
hanya muncul sekejap saja
and a second’s not long, but yet
dan sesaat itu tidak lama, tapi
dan meskipun sekejap, itu cukup
it was enough to cause that man
itu cukup untuk membuat pria itu
itu cukup untuk mendorong pria itu
to take that very first step
mengambil langkah pertamanya
untuk melangkah maju
and that step was followed by another
dan langkah itu diikuti oleh langkah lainnya
dan langkah itu diikuti langkah berikutnya
in that room still lit so dim
di ruangan itu yang masih remang-remang
di ruangan yang masih redup itu
and before he realized how far he had gone
dan sebelum ia menyadari seberapa jauh ia melangkah
dan sebelum ia sadar seberapa jauh ia pergi
his son was directly in front of him
anaknya kini tepat di depannya
anaknya sudah ada di depannya
then the father noticed on the windowsill
lalu sang ayah melihat di ambang jendela
lalu si ayah melihat sesuatu di ambang jendela
an old photo that he long ago had seen
sebuah foto lama yang sudah lama ia lihat
sebuah foto tua yang pernah ia lihat
it was a picture of him and his wife
itu adalah gambar dia dan istrinya
itu adalah foto dia dan istrinya
when they were both about nineteen
ketika mereka berdua berusia sekitar sembilan belas
saat mereka berdua berumur sembilan belas tahun
it was leaning against a folder
foto itu bersandar pada sebuah map
foto itu bersandar pada sebuah folder
that said “property of the deceased”
yang bertuliskan "milik almarhum"
yang bertuliskan "milik yang telah tiada"
and underneath was his wife’s name
dan di bawahnya tertulis nama istrinya
dan di bawahnya ada nama istrinya
and the date it had been released
dan tanggal saat itu dikeluarkan
dan tanggal saat itu diterbitkan
it was obviously her personal possessions
itu jelas adalah barang-barang pribadinya
itu jelas adalah barang-barang miliknya
that had been given to his son
yang diberikan kepada anaknya
yang diberikan kepada anaknya
because since he had left them all behind
karena sejak ia meninggalkan semuanya
karena sejak ia meninggalkan semua itu
the child was the only one
anak itu adalah satu-satunya yang tersisa
anak itu adalah satu-satunya yang ada
his son must have always kept it with him
anaknya pasti selalu menyimpannya
anaknya pasti selalu menjaganya
for the folder was weathered and torn
karena folder itu sudah usang dan robek
karena folder itu sudah lapuk dan sobek
and he must have gazed at that picture countless times
dan pasti ia sudah melihat foto itu berkali-kali
dan ia pasti sudah menatap foto itu berkali-kali
for it was also all tattered and worn
karena foto itu juga sudah compang-camping
karena foto itu juga sudah usang dan robek
then his son noticed him standing there
lalu anaknya melihatnya berdiri di sana
lalu anaknya melihatnya berdiri di situ
and from his task looked up
dan dari pekerjaannya ia mendongak
dan ia menengadah dari pekerjaannya
and then looked at the picture beside him
dan kemudian melihat foto di sampingnya
lalu melihat foto di sampingnya
and that one look, was enough
dan satu tatapan itu, sudah cukup
dan satu tatapan itu, sudah lebih dari cukup
he recognized it was his father
ia mengenali bahwa itu adalah ayahnya
ia menyadari itu adalah ayahnya
that was now standing there
yang kini berdiri di sana
yang kini ada di sana
and gave him a smile of pure love and forgiveness
dan memberinya senyuman penuh cinta dan pengampunan
dan memberinya senyuman penuh cinta dan pengampunan
and of the past, he did not care
dan tentang masa lalu, ia tak peduli
dan tentang masa lalu, ia tak lagi peduli
he did not care where he had been
ia tak peduli ke mana ia pernah pergi
ia tak peduli kemana ia pernah berada
the whys, the wheres, the hows
alasan, tempat, dan cara
alasan, tempat, dan bagaimana
he only cared that his father was there
ia hanya peduli bahwa ayahnya ada di sana
ia hanya peduli bahwa ayahnya kini ada di sampingnya
standing by him now
berdiri di sampingnya sekarang
berdiri di sampingnya sekarang
then the father turned and walked across the room
lalu sang ayah berbalik dan melangkah melintasi ruangan
lalu si ayah berbalik dan berjalan menyusuri ruangan
which by now had lost its distance
yang kini telah kehilangan jaraknya
yang kini telah terasa dekat
and went to the nearest incubator
dan pergi ke inkubator terdekat
dan menuju inkubator terdekat
and picked up a trembling infant
dan mengangkat seorang bayi yang menggigil
dan mengangkat bayi yang bergetar
and with the child within his arms
dan dengan anak itu dalam pelukannya
dan dengan bayi itu dalam pelukannya
he returned to his son
ia kembali kepada anaknya
ia kembali kepada anaknya
and all the pain within his soul
dan semua rasa sakit dalam jiwanya
dan semua rasa sakit dalam jiwanya
at that moment was undone
pada saat itu sirna
pada saat itu lenyap
and he sat in the rocking chair beside him
dan ia duduk di kursi goyang di sampingnya
dan ia duduk di kursi goyang di sampingnya
with the life he had retrieved
dengan kehidupan yang telah ia ambil kembali
dengan kehidupan yang ia dapatkan kembali
and side-by-side together
dan berdampingan bersama
dan berdampingan bersama
they rocked all through that christmas eve
mereka bergetar sepanjang malam Natal itu
mereka bergoyang sepanjang malam Natal itu
O' COME ALL YE FAITHFUL
O' DATANGLAH SEMUA YANG SETIA
O' DATANGLAH SEMUA YANG SETIA
(Instrumental)
(Instrumental)
(Instrumental)