Datanglah lagi! kasih manis kini mengundang
Thy graces that refrain
Keanggunanmu yang tertahan
To do me due delight,
Untuk memberiku kebahagiaan yang pantas,
To see, to hear, to touch, to kiss, to die,
Melihat, mendengar, menyentuh, mencium, hingga mati,
With thee again in sweetest sympathy.
Bersamamu lagi dalam harmoni terindah.
Come again! that I may cease to mourn
Datanglah lagi! agar aku berhenti merana
Through thy unkind disdain;
Karena ketidakpedulianmu yang menyakitkan;
For now left and forlorn
Kini aku ditinggalkan dan kesepian
I sit, I sigh, I weep, I faint, I die
Aku duduk, menghela napas, menangis, pingsan, hingga mati
In deadly pain and endless misery.
Dalam rasa sakit yang mematikan dan penderitaan tanpa akhir.
All the day the sun that lends me shine
Sepanjang hari, matahari yang memberi cahaya
By frowns doth cause me pine
Dengan kerutan dahi membuatku merana
And feeds me with delay;
Dan memberiku penantian yang menyiksa;
Her smiles, my springs that makes my joy to grow,
Senyumnya, musim semi yang membuat kebahagiaanku tumbuh,
Her frowns the winter of my woe.
Kerutannya, musim dingin dari kesedihanku.
All the night my sleeps are full of dreams,
Sepanjang malam, tidurnya penuh dengan mimpi,
My eyes are full of streams.
Mataku dipenuhi air mata.
My heart takes no delight
Hatiku tak merasakan kebahagiaan