Ketika Sunny merasa sedih, matanya menjadi abu-abu dan mendung,
Then the rain begins to fall, pitter-patter, pitter-patter,
Kemudian hujan mulai turun, tetes demi tetes,
Love is gone, what can matter,
Cinta telah pergi, apa yang bisa diharapkan,
No sweet lover man comes to call.
Tak ada kekasih manis yang datang menyapa.
When Sunny gets blue, she breathes a sigh of sadness,
Ketika Sunny merasa sedih, dia menghela napas penuh kesedihan,
Like the wind that stirs the trees,
Seperti angin yang menggerakkan pepohonan,
Wind that sets the leaves to swaying
Angin yang membuat daun-daun bergoyang
Like some violin is playing strange and haunting melodies.
Seperti biola yang memainkan melodi aneh dan menghantui.
Bridge:
*People used to love to hear her laugh, see her smile,
Orang-orang dulu suka mendengar tawanya, melihat senyumannya,
That's how she got her name.
Itulah sebabnya dia mendapat nama Sunny.
Since that sad affair, she lost her smile, changed her style,
Sejak kejadian sedih itu, dia kehilangan senyumnya, berubah gayanya,
Somehow she's not the same.
Entah kenapa, dia tidak lagi sama.
When Sunny gets blue, pretty dreams will rise up
Ketika Sunny merasa sedih, mimpi-mimpi indah akan muncul
Where her other dreams fell through,
Di tempat mimpi-mimpinya yang lain hancur,
Hurry new love, hurry here, to kiss away each lonely tear,
Cepatlah cinta baru, datanglah ke sini, untuk menghapus setiap air mata kesepian,
And hold her near when Sunny gets blue.
Dan peluklah dia dekat-dekat saat Sunny merasa sedih.
(Instrumental interlude and pick up at Bridge*.)
(Interlude instrumental dan kembali ke Bridge*.)