kripik mlinjo dipangan asu
Arep mulyo kudu marsudi
buto ijo ojo ditunggu
Tul jaenak
jae jatul jaiji
Kuntul jare banyak
ndoke bajul kari siji
Abang-abang gendero londo
Wetan sithik kuburan mayit
Klambi abang nggo tondo moto
Wedhak pupur nggo golek dhuwit
Kisah Lagu Daerah 'Tul Jaenak'
Lagu Tul Jaenak merupakan lagu berbahasa Jawa karya Koes Plus yang mengandung sindiran dan gambaran kehidupan sehari-hari, namun disampaikan melalui pantun yang ringan dan mudah diingat. Tembang ini awalnya terinspirasi dari lagu dolanan anak-anak asal Tuban.
Salah satu lirik terkenalnya āKuntul jare banyak, ndoke bajul kari sijiā secara harfiah berarti āKuntul dikira angsa, telur buaya tinggal satuā. Kalimat tersebut menggambarkan adanya kesalahan penilaian yang mengakibatkan hilangnya esnuah kesempatan.
Selain itu, terdapat pula lirik āArep mulyo kudu marsudiā yang mengandung pesan bahwa seseorang harus berusaha dan bekerja keras apabila ingin mencapai kesuksesan. Lagu ini juga menyampaikan nasihat melalui lirik āButo ijo ojo diguguā, yang berarti seseorang tidak boleh mudah percaya atau mengikuti hal-hal buruk yang dapat menyesatkan.