Aku ngenteni teka mu
Marang mego ing angkoso
Sung takok-ke pawartamu
Janji janji aku eleng cah ayu
Sumedot roso ing ati
Lintang lintang'e wingi wingi nimas
Tresna ku sundul ing ati
Ndek semono janjimu disekseni
Mego kartiko keiring roso tresno asih
Yen ing tawang ono lintang cah ayu
Rungokno tangis ing ati
Miraring swara ing ratri nimas
ngenteni bulan ndadari
Kisah Lagu Daerah 'Yen Ing Tawang Ono Lintang'
Lagu Yen Ing Tawang Ono Lintang yang diciptakan oleh Andjar Any memiliki makna tentang penantian seorang calon ayah terjadap kelahiran sang anak. Sosok “cah ayu” dalam lagu tersebut menjadi simbol sang bayi perempuan yang sangat dinantikan kehadirannya. Melalui liriknya, lagu ini menggambarkan perpaduan antara rasa gelisah dan harapan indah, sementara bintang di langit malam menjadi saksi atas kecemasan dan doa yang dipanjatkan.
Lagu ini terinspirasi dari kisah nyata yang dialami Andjar Any ketika menunggu kelahiran putrinya setelah sebelumnya dikaruniai tiga anak laki-laki. Kalimat “yen ing tawang ono lintang” yang berarti “jika di langit ada bintang” menjadi metafora suasana malam ketika sang penulis termenung sambil memandangi langit. Bintang-bintang tersebut melambangkan harapan akan kebahagiaan yang segera datang. Secara keseluruhan, lagu ini menyampaikan rasa rindu, cemas, sekaligus penantian akan momen berharga dalam kehidupan seorang ayah.




















