batok'e ela-elo
Si Rama menyang solo,
oleh-olehe payung mutha (2x)
Mak jenthit lolo loba,
wong mati ora obah
yen obah medeni bocah,
yen urip golekno duit (2x)
Kisah Lagu Daerah 'Sluku-Sluku Bathok'
Lagu Sluku-Sluku Bathok merupakan tembang dolanan Jawa yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga sebagai sarana dakwah. Makna utamanya adalah ajakan untuk menjaga keseimbangan hidup antara bekerja keras dan beristirahat, termasuk meluangkan waktu untuk beribadah.
Pada lirik “Sluku-sluku bathok, bathoke ela-elo” memiliki pesan agar manusia memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat. Lirik “Si Rama menyang Solo, oleh-olehe payung motha” mengandung makna bahwa selama hidup, manusia harus mencari bekal perlindungan berupa amal kebaikan.
Sementara itu, bagian “Mak jenthit lolo lobah, wong mati ora obah” mengingatkan bahwa ketika kematian tiba, manusia tidak lagi mampu bergerak atau memperbaiki amal perbuatannya. Lirik “Nek obah medeni bocah, nek urip goleko dhuwit” bukan sekadar ajakan mencari harta benda tetapi juga mengandung pesan untuk mencari amal ibadah sebagai persiapan akhirat.