Lagu daerah Jawa Tengah berjudul Jenang Gulo karya Andjar Any memiliki makna tentang kesetiaan kepada pasangan yang telah menemani sejak masa sulit hingga mencapai keberhasilan. Lagu ini menggambarkan penyesalan seorang istri atau kekasih karena pasangannya berubah menjadi egois, sombong, dan kasar setelah hidup berkecukupan. Liriknya menekankan pentingnya menjaga sikap dan menghargai orang yang selalu setia mendampingi.
Makna lain dalam lagu ini terlihat dari penggunaan wangsalan atau teka-teki khas Jawa pada judul “Jenang Gulo”. Istilah tersebut merujuk pada kata “gulali” atau “glali” yang menjadi kiasan dari kata “lali” yang berarti lupa. Kalimat “Jenang gulo kowe ojo lali” memiliki arti sebagai pengingat agar seseorang tidak melupakan pasangan maupun perjuangan yang pernah dilalui bersama.