Marang aku iki, cah ayu
Nalikane nandang susah
sopo sing ngancani
Dek semono aku tetep setyo sarto tetep tresno
Dereng nate gawe gelo lan gawe kuciwa
Ning sak iki bareng mukti
kowe kok njur malah lali, marang aku
Sithik sithik mesti nesu
Terus ngajak padu ....
jo ngono ojo ngono....
Opo kowe pancen ra kelingan
jamane dek mbiyen cah ayu
Kowe janji bungah susah pada di lakoni
Kisah Lagu Daerah 'Jenang Gulo'
Lagu daerah Jawa Tengah berjudul Jenang Gulo karya Andjar Any memiliki makna tentang kesetiaan kepada pasangan yang telah menemani sejak masa sulit hingga mencapai keberhasilan. Lagu ini menggambarkan penyesalan seorang istri atau kekasih karena pasangannya berubah menjadi egois, sombong, dan kasar setelah hidup berkecukupan. Liriknya menekankan pentingnya menjaga sikap dan menghargai orang yang selalu setia mendampingi.
Makna lain dalam lagu ini terlihat dari penggunaan wangsalan atau teka-teki khas Jawa pada judul āJenang Guloā. Istilah tersebut merujuk pada kata āgulaliā atau āglaliā yang menjadi kiasan dari kata ālaliā yang berarti lupa. Kalimat āJenang gulo kowe ojo laliā memiliki arti sebagai pengingat agar seseorang tidak melupakan pasangan maupun perjuangan yang pernah dilalui bersama.