Nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
Gundul-gundul pacul cul gembelengan
Nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar
Kisah Lagu Daerah 'Gundul-gundul Pacul'
Lagu Gundhul Pacul adalah lagu daerah Jawa Tengah yang memiliki nasihat bagi seorang pemimpin agar tidak bersikap sombong, angkuh, dan ceroboh. Lagu ini mengajarkan pentingnya rendah hati, bertanggung jawab, serta mengutamakan kesejahteraan rakyat daripada hanya memikirkan jabatan atau kedudukan.
Kata “gundhul” atau kepala tanpa rambut melambangkan kehormatan seorang pemimpin tanpa mahkota, sedangkan “pacul” atau cangkul menjadi simbol alat kerja rakyat kecil yang menggambarkan bahwa pemimpin harus berjuang demi kemakmuran masyarakat. Lirik “nyunggi wakul gembelengan” menggambarkan seorang pemimpin yang membawa amanah, tetapi melakukannya dengan sikap sombong dan sembrono.
Sementara itu, lirik “wakul ngglimpang segane dadi sak ratan” memiliki makna bahwa amanah yang dijalankan dengan sikap angkuh dan tidak hati-hati pada akhirnya akan gagal dan tidak memberi manfaat bagi rakyat. Melalui lagu ini, masyarakat diajarkan bahwa seorang pemimpin harus bijaksana, dan mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.