jalan berlenggang, aduh…
Langkah gayanya menurut suara
irama gambang
Sambil bernyanyi, jongkok berdiri
kaki melintang, aduh…
Sungguh jenaka tari mereka
tari berdendang
Bersuka ria, gelak tertawa
semua orang
kar’na hati tertarik gerak-gerik
si tukang gendang
Ampat penari membikin hati
menjadi senang, aduh…
itulah dia malam gembira
Gambang Semarang
Kisah Lagu Daerah 'Gambang Semarang'
Lagu Gambang Semarang merupakan bentuk dari percampuran budaya antara budaya Jawa dan Tionghoa di Semarang. Kesenian ini mencerminkan kebersamaan masyarakat pesisir. Lagu ini sering dipertunjukkan dalam festival, acara pernikahan, maupun kegiatan budaya lainnya.
Gambang Semarang juga memadukan alat musik Jawa, seperti kendang, gong, dan saron, dengan alat musik gesek khas Tionghoa seperti konghayan atau tohyan. Lirik-liriknya menggambarkan suasana Kota Semarang dan kehidupan masyarakatnya. Selain sebagai hiburan musik, pertunjukannya juga kerap diselingi lawakan dan lagu-lagu populer agar semakin menarik bagi penonton.