Langkah berat bergemuruh, karavan pun meluncur
Tiefer in den Wald wir plätten die Platanen
Lebih dalam ke hutan, kita ratakan pohon-pohon platana
Keiner weiß wieso wohin doch alle ahnen
Tak ada yang tahu kenapa, kemana, tapi semua merasakan
Hinter jeder Kurve goldene Bananen
Di balik setiap tikungan ada pisang emas
Voilá Inspiration
Voilá Inspirasi
In unserem Wimpernkranz bekriegen sich die Fliegen
Di antara bulu mata kita, lalat-lalat berperang
Wen stören die Käfer die uns in den Ohren liegen
Siapa yang peduli pada kumbang yang mengganggu telinga kita
Wenn dicke Leiber sich in tiefem Frieden wiegen
Saat tubuh-tubuh besar bergetar dalam damai yang dalam
Und breite Stinen sich an breite Hintern schmiegen
Dan batu-batu lebar bersandar pada pantat yang lebar
Voilá Integration
Voilá Integrasi
Und du gehst Rüssel an Schwanz hinterher
Dan kau mengikuti belalai ke ekor
Trampelpfade Hintermann was brauchst du mehr
Jalan setapak, pengikut, apa lagi yang kau butuhkan?
Den Allerkleinsten die noch viel zu klein zum Tröten sind
Untuk yang terkecil, yang masih terlalu kecil untuk bersuara
Muss man den Rüssel an den Vorderschwanz dranlöten – blind-
Harus menyambungkan belalai ke depan – buta –
Links gehe sie sonst alle hundert Meter flöten
Kalau tidak, mereka akan bersuara setiap seratus meter
Und bringen im unterholz die Schlagen zum Erröten
Dan membuat ular-ular di bawah semak-semak jadi malu
Voilá Assimilation
Voilá Asimilasi
Bisschen suhlen bisschen buhlen bisschen Wedeln mit den ohren
Sedikit berputar, sedikit menggoda, sedikit mengibas-ngibas telinga
Kurz geblinzelt Huch! Den Anschluss schon verloren
Sekilas berkedip, eh! Sudah kehilangan sambungan
Ein bisschen flennen bisschen rennen und dann Rumms von hinten rein
Sedikit menangis, sedikit berlari, dan kemudian bum dari belakang
In die Verpassen Rüsseln tasten fassen Quasten, rasten ein – fein
Dalam melewatkan belalai, meraba, menangkap, dan beristirahat – mantap
Und du gehst Rüssel an Schwanz hinterher…
Dan kau mengikuti belalai ke ekor…