Satu tangan di komet yang licik ini,
Take a drink just to give me some weight,
Minum sedikit biar terasa lebih berat,
Some uber-man I'd make,
Aku akan jadi sosok yang hebat,
I'm barely a vapor
Aku hampir seperti uap saja.
They shone a chlorine light on,
Mereka menerangi dengan cahaya klorin,
A host of individual sins,
Sejuta dosa pribadi,
Let's carve my aging face off,
Ayo kita ukir wajah tuaku ini,
Fetch us a knife,
Ambilkan kami pisau,
Start with my eyes,
Mulai dari mataku,
Down so the lines,
Turun hingga garis-garisnya,
Form a grimacing smile,
Membentuk senyuman yang menyeringai,
Close your eyes to corral a virtue,
Tutup matamu untuk menahan kebaikan,
Is this fooling anyone else?
Apakah ini menipu orang lain juga?
Never worked so long and hard,
Tak pernah bekerja begitu lama dan keras,
To cement a failure,
Untuk mengukuhkan sebuah kegagalan,
We can blow on our thumbs and posture,
Kita bisa tiup ibu jari dan berpose,
But the lonely is such delicate things,
Tapi kesepian itu hal yang sangat rapuh,
The wind from a wasp could blow them,
Angin dari tawon bisa menerbangkannya,
Into the sea,
Menuju laut,
With stones on their feet,
Dengan batu di kaki mereka,
Lost to the light and the loving we need,
Hilang dari cahaya dan kasih yang kita butuhkan,
Still to come,
Masih ada yang akan datang,
The worst part and you know it,
Bagian terburuk dan kau tahu itu,
There is a numbness,
Ada kebas,
In your heart and it's growing,
Di hatimu dan itu semakin membesar,
With burnt sage and a forest of bygones,
Dengan sage yang terbakar dan hutan kenangan,
I click my heels,
Aku mengklik tumitku,
Get the devils in line,
Mengatur setan-setan dalam barisan,
A list of things I could lay the blame on,
Daftar hal yang bisa kutimpakan,
Might give me a way out,
Mungkin memberiku jalan keluar,
But with each turn,
Tapi dengan setiap belokan,
It's this front and center,
Ini jadi pusat perhatian,
Like a dart stuck square in your eye,
Seperti anak panah yang terjebak di matamu,
Every post you can hitch your faith on,
Setiap tiang yang bisa kau sandarkan imanmu,
Is a pie in the sky,
Adalah janji kosong,
Chock full of lies,
Penuh dengan kebohongan,
A tool we devise,
Sebuah alat yang kita rancang,
To make sinking stones fly,
Untuk membuat batu yang tenggelam terbang,
And still to come,
Dan masih ada yang akan datang,
The worst part and you know it,
Bagian terburuk dan kau tahu itu,
There is a numbness,
Ada kebas,
In your heart and it's growing.
Di hatimu dan itu semakin membesar.