Ada seorang pria dan seorang wanita,
In a town called Shunem,
Di sebuah kota bernama Shunem,
They made a home for Elisha,
Mereka membuat rumah untuk Elia,
And found favour in his eyes,
Dan mendapatkan tempat di hatinya,
So GOD sent them a miracle,
Jadi TUHAN mengirimkan mereka sebuah mukjizat,
The only thing they longed for,
Satu-satunya hal yang mereka inginkan,
Within a year they would hold a son,
Dalam setahun mereka akan memegang seorang putra,
As Elisha prophesied,
Seperti yang diprediksi oleh Elia,
One day they ran from the field,
Suatu hari mereka berlari dari ladang,
Brought the child to his mother,
Membawa anak itu kepada ibunya,
She held his head there on her knees,
Dia memegang kepala anak itu di atas lututnya,
Until he died at noon that day,
Hingga dia meninggal di siang hari itu,
She didn't tell anyone,
Dia tidak memberitahu siapa pun,
She ran straight to the man of GOD,
Dia berlari langsung kepada hamba TUHAN,
And if anybody asked her,
Dan jika ada yang bertanya padanya,
She replied along the way.
Dia menjawab sepanjang perjalanan.
It is well, it is well,
Semuanya baik, semuanya baik,
There is peace in my despair,
Ada kedamaian dalam keputusasaanku,
Knowing GOD will hear my prayer,
Mengetahui bahwa TUHAN akan mendengar doaku,
And I will cling,
Dan aku akan berpegang,
To the promise that he brings,
Pada janji yang Dia bawa,
Even death will have no sting,
Bahkan kematian tidak akan menyakitkan,
No power in hell,
Tidak ada kekuatan di neraka,
In his presence I will dwell,
Di hadapannya aku akan tinggal,
In his presence I will dwell,
Di hadapannya aku akan tinggal,
Where it is well (it is well),
Di mana semuanya baik (semuanya baik),
It is well (it is well).
Semuanya baik (semuanya baik).