Lirik Everything Went Black (Terjemahan) - The Black Dahlia Murder
X
Tips Pencarian Lirik Favorit Anda
Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Crawling the walls through every crack and crevice
Merayap di dinding melalui setiap celah dan retakan
teems blackness washing over the windowpanes painting the buildings in between
gelap memenuhi kaca jendela, melukis gedung-gedung di antara
creeping down the alley ways consuming every street
merayap di gang-gang, melahap setiap jalan
soundless swarm of nothingness sure to doom us all
gerombolan hampa tanpa suara pasti akan menghancurkan kita semua
Pulling screaming earthlings into its toothless jaws
Menarik makhluk bumi yang berteriak ke dalam rahangnya yang tak bertaring
endlessly beginning spreading with no sign of stop
tanpa henti mulai menyebar tanpa tanda akan berhenti
horror of horrors truly maddening in size
kengerian yang sangat mengerikan, benar-benar membuat gila dalam ukurannya
running just prolongs the end inevitably it strides
berlari hanya memperpanjang akhir, tak terhindarkan ia melangkah
Where has it come from? how can it be stopped?
Dari mana ia datang? bagaimana bisa dihentikan?
so quickly we're to meet our end our empire we have lost
begitu cepat kita akan menemui akhir kita, kerajaan kita telah hilang
karmatic Armageddon no religion could foresee
Armageddon karmatik yang tak bisa diprediksi oleh agama manapun
a planet once forsaken not even a memory
sebuah planet yang pernah ditinggalkan, bahkan tak meninggalkan kenangan
Streetlights bend into the void cars enveloped whole
Lampu jalan membungkuk ke dalam kehampaan, mobil terbungkus sepenuhnya
darkness deeper than a blindman's sleep soon to paint the world
kegelapan lebih dalam dari tidur orang buta, segera melukis dunia
insatiable its hunger it drinks the sea without a belch
nafsunya tak terpuaskan, ia meminum lautan tanpa sendawa
stretching to the other side where it is sure to meet itself
merentang ke sisi lain di mana ia pasti akan bertemu dirinya sendiri
Unearthly vacuum devouring the hourglass now empty
vakum tak terhingga menghabiskan jam pasir yang kini kosong
its time to say goodbye watching your life flash before mortal eyes
saatnya mengucapkan selamat tinggal, menyaksikan hidupmu berkelebat di depan mata yang fana
terror fills your heart screams of anguish greet your ears
teror memenuhi hatimu, jeritan kesengsaraan menyapa telingamu
living death voracious insidious impervious to damage we are slaughtered as if lambs.
kematian hidup yang rakus, licik, dan kebal terhadap kerusakan, kita disembelih seperti domba.
Merayap di dinding melalui setiap celah dan retakan
teems blackness washing over the windowpanes painting the buildings in between
gelap memenuhi kaca jendela, melukis gedung-gedung di antara
creeping down the alley ways consuming every street
merayap di gang-gang, melahap setiap jalan
soundless swarm of nothingness sure to doom us all
gerombolan hampa tanpa suara pasti akan menghancurkan kita semua
Pulling screaming earthlings into its toothless jaws
Menarik makhluk bumi yang berteriak ke dalam rahangnya yang tak bertaring
endlessly beginning spreading with no sign of stop
tanpa henti mulai menyebar tanpa tanda akan berhenti
horror of horrors truly maddening in size
kengerian yang sangat mengerikan, benar-benar membuat gila dalam ukurannya
running just prolongs the end inevitably it strides
berlari hanya memperpanjang akhir, tak terhindarkan ia melangkah
Where has it come from? how can it be stopped?
Dari mana ia datang? bagaimana bisa dihentikan?
so quickly we're to meet our end our empire we have lost
begitu cepat kita akan menemui akhir kita, kerajaan kita telah hilang
karmatic Armageddon no religion could foresee
Armageddon karmatik yang tak bisa diprediksi oleh agama manapun
a planet once forsaken not even a memory
sebuah planet yang pernah ditinggalkan, bahkan tak meninggalkan kenangan
Streetlights bend into the void cars enveloped whole
Lampu jalan membungkuk ke dalam kehampaan, mobil terbungkus sepenuhnya
darkness deeper than a blindman's sleep soon to paint the world
kegelapan lebih dalam dari tidur orang buta, segera melukis dunia
insatiable its hunger it drinks the sea without a belch
nafsunya tak terpuaskan, ia meminum lautan tanpa sendawa
stretching to the other side where it is sure to meet itself
merentang ke sisi lain di mana ia pasti akan bertemu dirinya sendiri
Unearthly vacuum devouring the hourglass now empty
vakum tak terhingga menghabiskan jam pasir yang kini kosong
its time to say goodbye watching your life flash before mortal eyes
saatnya mengucapkan selamat tinggal, menyaksikan hidupmu berkelebat di depan mata yang fana
terror fills your heart screams of anguish greet your ears
teror memenuhi hatimu, jeritan kesengsaraan menyapa telingamu
living death voracious insidious impervious to damage we are slaughtered as if lambs.
kematian hidup yang rakus, licik, dan kebal terhadap kerusakan, kita disembelih seperti domba.