Kita berkumpul di sini, kita berbaris
Weepin' in a sunlit room
Menangis di ruangan yang diterangi matahari
And if I'm on fire, you'll be made of ashes too
Dan jika aku terbakar, kau juga akan jadi abu
Even on my worst day, did I deserve babe
Bahkan di hari terburukku, apa aku pantas, sayang?
All the hell you've gave me?
Segala neraka yang kau berikan padaku?
'Cause I loved you
Karena aku mencintaimu
I swear I loved you 'til my dying day
Aku bersumpah aku mencintaimu sampai hari terakhirku
I didn't have it in myself to go with grace
Aku tidak punya keberanian untuk pergi dengan anggun
And you're the hero flying around saving face
Dan kau adalah pahlawan yang terbang, menyelamatkan wajahmu
And if I'm dead to you, why are you at the wake?
Dan jika aku sudah mati bagimu, kenapa kau ada di pemakaman?
Cursing my name, wishing I stayed
Mencaci namaku, berharap aku tetap di sini
Look at how my tears ricochet
Lihatlah bagaimana air mataku memantul
We gather stones, never knowing what they'll mean
Kita kumpulkan batu, tak pernah tahu apa artinya
Some to throw, some to make a diamond ring
Beberapa untuk dilempar, beberapa untuk membuat cincin berlian
You know I didn't want to have to haunt you
Kau tahu, aku tidak ingin menghantuimu
But what a ghostly scene
Tapi betapa mencekamnya pemandangan ini
You wear the same jewels that I gave you as you bury me
Kau mengenakan perhiasan yang sama yang kuberikan saat kau menguburku
I didn't have it in myself to go with grace
Aku tidak punya keberanian untuk pergi dengan anggun
'Cause when I'd fight, you used to tell me I was brave
Karena saat aku berjuang, kau selalu bilang aku berani
And if I'm dead to you, why are you at the wake?
Dan jika aku sudah mati bagimu, kenapa kau ada di pemakaman?
Cursing my name, wishing I stayed
Mencaci namaku, berharap aku tetap di sini
Look at how my tears ricochet
Lihatlah bagaimana air mataku memantul
And I can where ever I want, anywhere I want just not home
Dan aku bisa pergi ke mana saja, ke mana saja yang aku mau, asal bukan rumah
You can name
Kau bisa sebutkan
And you would still miss me in your bones
Dan kau masih akan merindukanku di dalam jiwamu
And I still talk to you
Dan aku masih berbicara padamu
And I'll scream at the
Dan aku akan berteriak di
And if you can't scream at night
Dan jika kau tidak bisa berteriak di malam hari
You'll hear my
Kau akan mendengar suaraku
I didn't have it in myself to go with grace
Aku tidak punya keberanian untuk pergi dengan anggun
And so the battleships will sink beneath the wakes
Dan kapal-kapal perang akan tenggelam di bawah gelombang
You had to kill me, but it killed you just the same
Kau harus membunuhku, tapi itu juga membunuhmu
Cursing my name, wishing I stayed
Mencaci namaku, berharap aku tetap di sini
You turned into your worst fears
Kau berubah menjadi ketakutan terburukmu
And you toss, drunk in this pain crossing out the good years
Dan kau terjerembab, mabuk dalam rasa sakit ini, menghapus tahun-tahun baik
And you're cursing my name, wishing I stayed
Dan kau mencaci namaku, berharap aku tetap di sini
Look at how my tears ricochet
Lihatlah bagaimana air mataku memantul
Makna Lagu My Tears Ricochet
Lirik lagu ini menggambarkan rasa sakit setelah sebuah hubungan berakhir dengan cara yang pahit. Tokoh dalam lagu merasa dikhianati oleh seseorang yang dulu sangat ia cintai. Hubungan yang dulu penuh cinta berubah menjadi penuh luka, bahkan sampai membuatnya merasa seperti "dihapus" dari kehidupan orang tersebut. Namun di balik itu semua, ia masih mempertanyakan apakah semua perlakuan buruk yang ia terima benar-benar pantas, mengingat betapa tulusnya ia pernah mencintai.
Lagu ini juga menunjukkan ironi dalam sebuah perpisahan. Orang yang menyakitinya justru masih terlihat hadir dalam "pemakaman" hubungan mereka, seolah-olah ikut berduka atas sesuatu yang sebenarnya ia sendiri hancurkan. Ada kesan bahwa meskipun hubungan itu sudah berakhir, kenangan dan rasa bersalah tetap menghantui kedua belah pihak. Luka yang ditinggalkan tidak hanya melukai satu orang saja, tetapi juga meninggalkan bekas pada orang yang menyebabkan semua itu.
Pada akhirnya, lagu ini terasa seperti ungkapan emosi yang dalam tentang cinta yang berubah menjadi konflik dan penyesalan. Tokoh dalam lagu tidak bisa benar-benar pergi dengan tenang karena terlalu banyak rasa sakit yang belum selesai. Meski begitu, ia tahu bahwa kenangan tentang dirinya akan tetap hidup di hati orang yang pernah ia cintai, seperti gema dari air mata yang terus memantul dan tidak pernah benar-benar hilang.