Terjebak dalam diriku sendiri.
Unrelenting pain.
Rasa sakit yang tak kunjung reda.
A tug of war between the soul and mind.
Perang batin antara jiwa dan pikiran.
At times I feel insane.
Kadang aku merasa gila.
I don’t want to be who I was.
Aku tidak ingin menjadi diriku yang dulu.
But I’m feeling what I am is lost.
Tapi aku merasa apa yang aku alami adalah kehilangan.
No one here to save me now, my will crumbles into dust.
Tak ada yang bisa menyelamatkanku sekarang, kehendakku hancur berkeping-keping.
No one here to save me now, my will crumbles into dust.
Tak ada yang bisa menyelamatkanku sekarang, kehendakku hancur berkeping-keping.
The flesh desire, my soul on fire.
Nafsu daging, jiwaku terbakar.
Succumbing to my weakness.
Menyerah pada kelemahanku.
I feel the flames burning higher.
Aku merasakan api membara semakin tinggi.
Dear God, help me to kill this.
Ya Tuhan, bantu aku untuk mengakhiri ini.
I don’t want to be who I was.
Aku tidak ingin menjadi diriku yang dulu.
But I’m feeling what I am is lost.
Tapi aku merasa apa yang aku alami adalah kehilangan.
No one here to save me now, my will crumbles into dust.
Tak ada yang bisa menyelamatkanku sekarang, kehendakku hancur berkeping-keping.
I, the betrayer, locked away in prayer.
Aku, si pengkhianat, terkurung dalam doa.
Only you can save me now.
Hanya Engkau yang bisa menyelamatkanku sekarang.
Dear God, help me kill this.
Ya Tuhan, bantu aku mengakhiri ini.