Saat aku terbangun dari mimpi buruk ini, aku menyadari bahwa semua ini benar adanya.
My life is so incomplete without you here beside me.
Hidupku terasa sangat tidak lengkap tanpamu di sini di sampingku.
How can I go on existing anymore?
Bagaimana aku bisa terus hidup seperti ini?
Why did you leave me here so all alone with this pain that imprisons my soul?
Mengapa kau meninggalkanku sendirian dengan rasa sakit ini yang mengurung jiwaku?
And now you’re gone and all that’s left is your picture on a shelf.
Dan sekarang kau sudah pergi, yang tersisa hanyalah gambarmu di atas rak.
Everywhere I turn, when I close my eyes.
Di mana pun aku berpaling, saat aku menutup mata.
Everything in my life reminds me of you.
Segala sesuatu dalam hidupku mengingatkanku padamu.
Everywhere I turn, when I close my eyes.
Di mana pun aku berpaling, saat aku menutup mata.
Everything reminds me of you.
Segalanya mengingatkanku padamu.
My heart is vacant, so empty and so cold.
Hatiku kosong, sangat sepi dan sangat dingin.
Took you for granted, thought you’d always be here for me.
Aku menganggap remeh, berpikir kau akan selalu ada untukku.
The loving memory entombed in glass, began to shatter each day after you passed.
Kenangan kasih yang terkurung dalam bingkai, mulai hancur setiap hari setelah kau pergi.
Why did you leave me here so all alone with this pain that imprisons my soul?
Mengapa kau meninggalkanku sendirian dengan rasa sakit ini yang mengurung jiwaku?
And now you’re gone and all that’s left is your picture on a shelf.
Dan sekarang kau sudah pergi, yang tersisa hanyalah gambarmu di atas rak.
Everywhere I turn, when I close my eyes.
Di mana pun aku berpaling, saat aku menutup mata.
Everything in my life reminds me of you.
Segala sesuatu dalam hidupku mengingatkanku padamu.
Everywhere I turn, when I close my eyes.
Di mana pun aku berpaling, saat aku menutup mata.
Everything reminds me of you.
Segalanya mengingatkanku padamu.