Dalam kebangkitan tanpa batas,
unveils the force of love and hate
terungkap kekuatan cinta dan benci
Inside the reign of eyes and teeth,
Di dalam kekuasaan mata dan gigi,
resides the rule of war and peace
terdapat aturan perang dan damai
Beneath the rising of refrain,
Di bawah kebangkitan pengulangan,
proceeds the ceasing of abstain
berlanjut dengan berakhirnya pengekangan
Enclosed in truth adverse to lies,
Terkurung dalam kebenaran yang bertentangan dengan kebohongan,
inflames the tainted soul of life
membakar jiwa yang ternoda oleh kehidupan
Within the force of spurning needs,
Dalam kekuatan menolak kebutuhan,
resides cognition so complete
terdapat pengetahuan yang sangat lengkap
Reduce the lies that scourge the earth,
Kurangi kebohongan yang menyiksa bumi,
and cause the rising of rebirth
dan sebabkan kebangkitan kembali
By way of light that breaches dark,
Dengan cahaya yang menembus kegelapan,
ascends the morning of the stars
bangkitlah pagi bintang-bintang
Within the wretched soul of man,
Di dalam jiwa manusia yang malang,
subjects purgation of demand
menjadi subjek pembersihan dari tuntutan
By way of discontent I see,
Dengan ketidakpuasan aku melihat,
beyond confinement and decease
melampaui pengekangan dan kematian
By means of falsified untruth,
Dengan cara kebohongan yang dipalsukan,
I plunge a spear inside of truth
aku menyelamkan tombak ke dalam kebenaran
I hold a sword within my hand,
Aku memegang pedang di tanganku,
engraved of Phosphorous extant
terukir fosfor yang ada
Reduce the lies that scourge the earth,
Kurangi kebohongan yang menyiksa bumi,
and cause the rising of rebirth
dan sebabkan kebangkitan kembali