Tadi malam aku dapat telepon dari saudaraku, Joe
He said he wishes life would just leave him the hell alone,
Dia bilang dia berharap hidupnya bisa ditinggalin saja, tidak diganggu lagi,
He said he’d do things different if he had another chance
Dia bilang dia akan melakukan hal-hal berbeda jika dia diberi kesempatan lagi
I said to him you still can, he said, no I can’t… Crisis
Aku bilang padanya, kamu masih bisa, dia bilang, tidak bisa… Krisis
Well I was having lunch the other day with an old friend of mine
Nah, aku lagi makan siang kemarin dengan teman lamaku
She said the guy she was seeing for months, had told her goodbye
Dia bilang cowok yang udah dia temui selama berbulan-bulan, bilang selamat tinggal
She said she’s too old for these games and she’s running out of time
Dia bilang dia sudah terlalu tua untuk permainan ini dan waktunya semakin menipis
I said your no you’re not, she said, I am…. Crisis
Aku bilang, tidak, kamu tidak, dia bilang, iya, aku… Krisis
I can see the worry lines embedded on their faces,
Aku bisa melihat garis-garis khawatir di wajah mereka,
You don’t have to look real hard it’s easy to trace it
Kamu tidak perlu mencari terlalu keras, mudah untuk melihatnya
Broken dreams and promises that lead to desperation
Mimpi yang hancur dan janji yang berujung pada keputusasaan
Living through another no win situation …. Crisis… Crisis…
Hidup dalam situasi yang tidak ada menangnya lagi…. Krisis… Krisis…
On the news the other night they showed pictures of a war,
Di berita malam kemarin mereka menunjukkan gambar-gambar perang,
Well, It’s hard to tell who’s fighting who and what we’re fighting for,
Sulit untuk mengetahui siapa yang melawan siapa dan untuk apa kita berjuang,
The commentary always seems to slant to someone’s side
Komentar selalu terlihat memihak satu sisi
It seems we’re all accustomed to this indifferent kind of life…
Sepertinya kita semua sudah terbiasa dengan kehidupan yang acuh tak acuh ini…
Crisis…
Krisis…
We’ve got politics and world events keep our hearts beating faster
Kita punya politik dan peristiwa dunia yang membuat jantung kita berdebar lebih cepat
We’ve all become so weary everyday we face disaster
Kita semua menjadi lelah, setiap hari menghadapi bencana
We analyze, politicize, and criticize our trauma
Kita menganalisis, mempolitisasi, dan mengkritik trauma kita
With Talk shows, and radio, exploiting all the drama… Crisis... Crisis
Dengan acara talk show, dan radio, mengeksploitasi semua drama… Krisis… Krisis
Social rage and empathy, clouding up reality
Kemarahan sosial dan empati, mengaburkan kenyataan
Self absorbed philosophies, leading us to tragedy…
Filsafat yang egois, membawa kita menuju tragedi…
Some of us look up to God for answers we can’t find
Beberapa dari kita mencari jawaban kepada Tuhan yang tak bisa kita temukan
And some of us blame someone else, while others are just blind
Dan beberapa dari kita menyalahkan orang lain, sementara yang lain hanya buta
But if we choose to see the good, and we looked beyond ourselves
Tapi jika kita memilih untuk melihat yang baik, dan melihat lebih dari diri kita sendiri
Life wouldn’t feel so dark here, like we’ve all fallen in a well….
Hidup tidak akan terasa begitu gelap di sini, seolah kita semua jatuh ke dalam sumur….
Crisis… Crisis… Crisis….
Krisis… Krisis… Krisis….