Kota ini tidak akan tidur malam ini.
I hear sirens as I walk down 59th.
Aku mendengar sirene saat aku berjalan di 59th.
I New York City, lost under a gray sky,
Aku di New York City, tersesat di bawah langit kelabu,
I thought I heard my name
Kupikir aku mendengar namaku
through the sound of the pouring rain.
melalui suara hujan yang deras.
We're the troops from the west and we never rest.
Kami adalah pasukan dari barat dan kami tidak pernah istirahat.
We're the boys, we're the boys on the open road.
Kami adalah anak-anak, kami adalah anak-anak di jalan terbuka.
For east to west we've done our best.
Dari timur ke barat, kami telah melakukan yang terbaik.
We're the boys, we're the boys on the open road.
Kami adalah anak-anak, kami adalah anak-anak di jalan terbuka.
I hear my hometown calling.
Aku mendengar kota kelahiranku memanggil.
I remember all the emptiness I thought I left behind,
Aku ingat semua kehampaan yang kupikir telah kutinggalkan,
As I checked into a brick hotel on 11th and 59th.
Saat aku mendaftar di hotel bata di 11th dan 59th.
I see my name on the neon lit marquee.
Aku melihat namaku di papan reklame yang diterangi neon.
Maybe the emptiness was always meant to be.
Mungkin kehampaan itu memang sudah ditakdirkan.
We're the troops from the west and we never rest.
Kami adalah pasukan dari barat dan kami tidak pernah istirahat.
We're the boys, we're the boys on the open road.
Kami adalah anak-anak, kami adalah anak-anak di jalan terbuka.
From east to west we've done our best.
Dari timur ke barat, kami telah melakukan yang terbaik.
We're the boys, we're the boys on the open road.
Kami adalah anak-anak, kami adalah anak-anak di jalan terbuka.
I hear my hometown calling.
Aku mendengar kota kelahiranku memanggil.