Kakek selalu pakai jas saat makan malam
Nearly every day
Hampir setiap hari
No particular reason
Nggak ada alasan khusus
He just dressed that way
Dia memang begitu gayanya
Brown necktie and a matching vest
Dasi cokelat dan rompi yang serasi
And both his wingtip shoes
Dan sepatu wingtip-nya yang rapi
He built a closet on our back porch
Dia bikin lemari di teras belakang kita
And put a penny in a burned out fuse.
Dan nyelipin koin di sekering yang terbakar.
[Chorus:]
Grandpa was a carpenter
Kakek adalah seorang tukang kayu
He built houses stores and banks
Dia bikin rumah, toko, dan bank
Chain smoked Camel cigarettes
Nggak berhenti merokok rokok Camel
And hammered nails in planks
Dan memaku papan-papan kayu
He was level on the level
Dia selalu jujur dan adil
And shaved even every door
Dan meratakan setiap pintu
And voted for Eisenhower
Dan memilih Eisenhower
'Cause Lincoln won the war.
Karena Lincoln menang perang.
Well, he used to sing me
Dulu dia suka nyanyiin aku
"Blood on the Saddle"
"Darah di Pelana"
And rock me on his knee
Sambil mendudukkan aku di pangkuannya
And let me listen to radio
Dan biarin aku denger radio
Before we got TV
Sebelum kita punya TV
Well, he'd drive to church on Sunday
Dia bawa aku ke gereja setiap Minggu
And take me with him too!
Dan aku selalu diajak!
Stained glass in every window
Kaca patri di setiap jendela
Hearing aids in every pew.
Alat bantu dengar di setiap bangku.
[Chorus]
Now my grandma was a teacher
Sekarang nenekku seorang guru
Went to school in Bowling Green
Sekolah di Bowling Green
Traded in a milking cow
Menukar sapi perah
For a Singer sewing machine
Demi mesin jahit Singer
She called her husband "Mister"
Dia memanggil suaminya "Tuan"
And walked real tall and pride
Dan berjalan dengan penuh percaya diri
And used to buy me comic books
Dan sering beliin aku komik
After grandpa died.
Setelah kakek meninggal.
[Chorus]