Yang di situ hanya aku
Dan pura-pura tak sadar
Segalanya mengingatkanku padamu
Oh…
Nanti terbiasa
Deras hujan pun reda
Oh…
Begitu pun aku
Kan terbit masaku
Dengan cinta baru
Rutinitas baru
Di dalam hati kecilku
Sebaiknya begitu
Kita masing-masing dulu
Jalani hari dengan sendi mengilu
Mencari normal baruku
Yang di situ hanya aku
Dan pura-pura tak sadar
Segalanya mengingatkanku padamu
Oh…
Nanti terbiasa
Deras hujan pun reda
Oh…
Begitu pun aku
Kan terbit masaku
Dengan cinta baru
Rutinitas baru
Oh…
Nanti terbiasa
Deras hujan pun reda
Deras hujan pun reda
Oh…
Begitu pun aku
Kan terbit masaku
Dengan cinta yang baru
Rutinitas baru
Rutinitas baru
Nanti terbiasa
Oh…
Begitu pun aku
Kan terbit masaku
Dengan cinta baru
Rutinitas baru
Makna Lagu Rutinitas
Lagu ini tuh vibes-nya healing pelan-pelan setelah putus. Dari lirik "mencari normal baruku yang di situ hanya aku" keliatan banget kalau dia lagi belajar hidup tanpa orang yang dulu selalu ada. Rasanya jelas nggak gampang, karena "segalanya mengingatkanku padamu". Mau pura-pura nggak peduli juga tetap keinget. Jadi ini fase di mana hati masih nyeri, tapi udah mulai sadar harus jalan terus.
Bagian "nanti terbiasa, deras hujan pun reda" itu kayak self-reminder. Lagi nenangin diri sendiri kalau rasa sakit ini nggak akan selamanya. Hujan aja reda, apalagi sedih. Ada harapan kalau suatu saat bakal ada "masa terbit" lagi fase baru, cinta baru, rutinitas baru. Bukan berarti gampang move on, tapi lebih ke percaya kalau waktu bisa bantu pelan-pelan.
Intinya lagu ini bukan tentang lupa, tapi tentang adaptasi. Tentang berdamai sama kenyataan kalau sekarang harus masing-masing dulu, walau sendi masih ngilu. Dan itu realistis banget move on bukan soal langsung bahagia lagi, tapi soal membiasakan diri sampai akhirnya hati nggak sesakit dulu. Pelan tapi pastiÂ