Saat berulang buruknya
Kutahu rencanamu gagal, tapi
Pantaskah segitunya?
Lagi-lagi kan kuingatkan
Sebelum jauh ke mana-mana
Ku tahu rencanamu gagal, tapi
Kita tidak
Aku tak lambungkan peluru
Maka keluhku bukan musuhmu
Selama ini ku pandai tabung kompromi
Tapi 'tuk yang ini cukup mengganggu di hati
Inginku bertemu di tengah (Bertemu di tengah)
Memperbaiki apa yang salah
Kutahu rencanamu gagal tapi
Kita tidak (Tidak, tidak, tidak)
Mampukah kau duduk di hadapanku? (Mampukah?)
Bicara tak sedap tentang dirimu?
Akan tangguhkah anggap serangan?
Atau ada maaf di telapak tangan?
Aku tak lambungkan peluru
Maka keluhku bukan musuhmu
Selama ini ku pandai tabung kompromi
Tapi 'tuk yang ini cukup mengganggu di hati
Makna di balik lagu 'Rencanamu Gagal (Tapi Kita Tidak)'
Lagu Rencanamu Gagal (Tapi Kita Tidak) dari Idgitaf menyampaikan makna tentang perasaan kecewa dalam sebuah hubungan ketika seseorang melihat rencana yang telah dibuat bersama tidak berjalan sesuai keinginan. Kalimat “Bohong bila ku tak kecewa” menunjukkan kejujuran emosi bahwa kegagalan itu memang menyakitkan. Meski begitu, penyanyi menegaskan bahwa yang gagal hanyalah rencananya, bukan hubungan mereka.
Lagu ini juga memperlihatkan usaha untuk tetap mempertahankan hubungan dengan cara berkomunikasi dan mencari jalan tengah. Pada bagian “Inginku bertemu di tengah, memperbaiki apa yang salah,” terlihat keinginan untuk menyelesaikan masalah bersama, bukan saling menyalahkan. Ia berharap pasangannya mampu menerima kritik dan membicarakan masalah dengan terbuka tanpa menganggapnya sebagai serangan.
Selain itu, lirik “Aku tak lambungkan peluru, maka keluhku bukan musuhmu” memiliki makna bahwa keluhan yang disampaikan bukanlah bentuk kebencian. Justru, hal itu menjadi tanda bahwa masih ada keinginan untuk memperbaiki hubungan. Lagu ini menyampaikan pesan tentang pentingnya komunikasi, kompromi, penerimaan terhadap kegagalan, dan usaha untuk tetap bertahan bersama meskipun sedang menghadapi masalah.