Kata-kata terakhir penuh keyakinan masih menembus suara meriam,
so many daring dreams will fall,
begitu banyak mimpi berani yang akan runtuh,
the vision of a better world dies in the bombingrain.
visi dunia yang lebih baik mati dalam hujan bom.
No time to say farewell, the world shall hear about their fight.
Tak ada waktu untuk mengucapkan selamat tinggal, dunia akan mendengar tentang perjuangan mereka.
Betrayed by spineless servants, conspiracies -
Dikhianati oleh pelayan yang tak berani, konspirasi -
so many heroes shot from behind.
begitu banyak pahlawan ditembak dari belakang.
No thoughts of giving in, no stampede - no more negotiating.
Tak ada pikiran untuk menyerah, tak ada huru-hara - tidak ada lagi negosiasi.
This desesperate fight will set a sing -
Perjuangan putus asa ini akan meninggalkan jejak -
they died with the gun in their hands.
mereka mati dengan senjata di tangan mereka.
Time will avenge one day.
Suatu hari, waktu akan membalas.
The sky is colored red by the martyr's blood, the same sky under which.
Langit berwarna merah oleh darah para martir, langit yang sama di bawahnya.
The victors marching in again, bringing back the slavery,
Para pemenang kembali berbaris, membawa kembali perbudakan,
the oldest order, under rule again - it's been too early,
tatanan tertua, di bawah kekuasaan lagi - ini terlalu cepat,
but they shall rise again.
tapi mereka akan bangkit lagi.
If it all came down to me, would I shed my blood for what I lived for?
Jika semua ini tergantung padaku, maukah aku mengorbankan darahku untuk apa yang aku perjuangkan?
Would I clench my fist until the last breath?
Apakah aku akan menggenggam tinju hingga nafas terakhir?