Dingin di negaramu
it was cold in your bed
Dingin di tempat tidurmu
you left the windows open
Kau membiarkan jendela terbuka
claustrophobic, you said
Kau bilang itu membuatmu sesak nafas
and I was the need and
Dan aku adalah kebutuhanmu
you so satisfied
Sementara kau begitu puas
a standoff, stillborn, side by side
Kita terjebak, tak ada kemajuan, berdampingan
and I was excitement
Dan aku adalah kegembiraan
and you were annoyed
Dan kau merasa terganggu
too scared of this scared little boy
Terlalu takut pada anak kecil yang ketakutan ini
I was free in your district
Aku merasa bebas di daerahmu
I was strange as it all was
Aku terasa aneh meskipun semuanya begitu
you were tied-up by life there
Kau terikat oleh kehidupan di sana
what you needed, what you loved
Apa yang kau butuhkan, apa yang kau cintai
and we had our dream in my land far away
Dan kita punya mimpi di negeriku yang jauh
the place where you learned how to play
Tempat di mana kau belajar bermain
but dreams always end at the start of your days
Tapi mimpi selalu berakhir di awal harimu
the colors would fade into gray
Warna-warna memudar menjadi abu-abu
and that's how we made no sense
Dan begitulah kita tidak masuk akal
to lose it all we took our chance
Untuk kehilangan segalanya, kita mengambil risiko
we picked ourselves up where we left off
Kita bangkit kembali dari tempat kita berhenti
my fate couldn't bend your will
Takdirku tak bisa membengkokkan kehendakmu
your hope couldn't keep me still
Harapanmu tak bisa membuatku diam
your hands couldn't teach me to hold off
Tanganmu tak bisa mengajarkanku untuk menahan diri
behind the North Sea you hid me, too cold to breathe
Di balik Laut Utara kau sembunyikan aku, terlalu dingin untuk bernapas
It was quiet by the river
Di tepi sungai itu sunyi
as we cut into the fog
Saat kami menyusuri kabut
you gave up my hand to free you
Kau lepaskan tanganku untuk membebaskan dirimu
when the sun broke, you were lost
Saat matahari terbit, kau hilang
and rivers just run where
Dan sungai mengalir ke tempat yang paling rendah
the lowest point leads
Menuju titik terendah
all those tears that I
Semua air mata yang aku
dropped on my knees
Jatuhkan di atas lututku
the fog really showed us
Kabut benar-benar menunjukkan kepada kita
we never got close
Kita tak pernah benar-benar dekat
your hand disappeared past your nose
Tanganmu menghilang melewati hidungmu