Hasil akhir dari begitu banyak pertemuan
At late night diners with no one eating.
Di restoran larut malam dengan tidak ada yang makan.
Sit in corners and sip burnt coffee
Duduk di sudut dan menyeruput kopi yang gosong
Count the tiles up on the ceiling
Menghitung ubin di langit-langit
Skip this pretense and cut straight to dying
Lupakan kepura-puraan ini dan langsung saja bicara tentang kematian
Don't beg me to keep your eyes from crying
Jangan memohon padaku untuk menghentikan air matamu
You said so much
Kau sudah mengucapkan begitu banyak
Without ever parting your lips
Tanpa pernah membuka bibirmu
It's past 3 A.M. and I'm still far from sleep
Sudah lewat jam 3 pagi dan aku masih jauh dari tidur
And this is a habit that I can't break
Dan ini adalah kebiasaan yang tak bisa aku hentikan
You're my only company
Kau satu-satunya teman yang kutemui
I'm skipping stones
Aku melempar kerikil
And the street lights flicker like this match in my hand
Dan lampu jalan berkedip seperti korek api di tanganku
The street lights flicker like this match in my hand
Lampu jalan berkedip seperti korek api di tanganku
And the street lights flicker like this match in my hand
Lampu jalan berkedip seperti korek api di tanganku
Begging to strike
Memohon untuk menyala
Begging to strike
Memohon untuk menyala
And I keep repeating but this payphone tele stopped receiving
Dan aku terus mengulang tapi telepon umum ini berhenti menerima
Flat out of change now
Koin sudah habis sekarang
I'm sure you won't accept the charges
Aku yakin kau tidak akan menerima biaya ini
It's all the same cause by the morning I'll be halfway to
Semua sama saja karena pagi nanti aku akan setengah jalan menuju
Colorado or some place like that
Colorado atau tempat lain yang serupa
You said so much
Kau sudah mengucapkan begitu banyak
Without ever parting your lips
Tanpa pernah membuka bibirmu
Past 3 A.M. and I'm still far from sleep
Sudah lewat jam 3 pagi dan aku masih jauh dari tidur
And this is a habit that I can't break
Dan ini adalah kebiasaan yang tak bisa aku hentikan
You're my only company
Kau satu-satunya teman yang kutemui
I'm skipping stones down a dull suburban street
Aku melempar kerikil di jalanan pinggiran kota yang membosankan
And she keeps on asking, "Do you think it hurts much to die?"
Dan dia terus bertanya, "Kau pikir mati itu sakit sekali?"
It's hurting so much more to stay alive now
Rasanya jauh lebih sakit untuk tetap hidup sekarang
She is going to find out how much it hurts to die
Dia akan tahu seberapa sakitnya mati
She laces her perfume up with death
Dia mengikatkan parfumnya dengan kematian
I feel it in my lungs
Aku merasakannya di paru-paruku
So I pull in the deepest breath
Jadi aku menarik napas dalam-dalam
And drop my head...
Dan menundukkan kepalaku...