Lucia, aku melayang di atas belokan sungai
I’m chiseling out a mountain ridge with my breath
Aku memahat punggungan gunung dengan napasku
and I tried to play with negative space like you showed me to
Dan aku mencoba bermain dengan ruang negatif seperti yang kau ajarkan padaku
with your catapult flinging quanta out toward the ages
Dengan katapultmu yang melontarkan kuanta menuju zaman
Look at us we’re a bloody mess and we’re loving it
Lihat kita, kita berantakan dan kita menyukainya
be the color of all the cataracts in my skies
Jadilah warna dari semua katarak di langitku
and all the words that we wrote back then just slipped off the page
Dan semua kata yang kita tulis saat itu hanya meluncur dari halaman
and rearranged themselves
Dan menyusun ulang diri mereka sendiri
in a series of devout formations
Dalam serangkaian formasi yang penuh pengabdian
As you could guess the tears in my eyes are a brackish mess
Seperti yang bisa kau tebak, air mata di mataku adalah campuran yang keruh
who was it who said that I give and I take away
Siapa yang bilang bahwa aku memberi dan mengambil kembali
but on this day I don’t think that I’m taking anything
Tapi di hari ini, aku rasa aku tidak mengambil apa-apa
I am reveling in the riverbed that I made myself
Aku sedang menikmati dasar sungai yang aku buat sendiri