Hari ini aku terjatuh dari tempat tidurku
With thunder crashing in my head
Dengan suara petir menggema di kepalaku
My pillow still wet
Bantalku masih basah
From last night tears
Dari air mata semalam
And as I think of giving up
Dan saat aku berpikir untuk menyerah
A voice inside my coffee-cup
Sebuah suara di dalam cangkir kopiku
Kept crying but
Terus menangis namun
And ringing in my ears
Dan bergaung di telingaku
Don't cry daddy
Jangan menangis, Ayah
Daddy, please don't cry
Ayah, tolong jangan menangis
Daddy, you've still got me and little Tommy
Ayah, kau masih punya aku dan Tommy kecil
Together we'll find a brand new mommy
Bersama kita akan menemukan ibu baru
Daddy, daddy, please laugh again
Ayah, ayah, tolong tertawalah lagi
Daddy ride us on your back again
Ayah, gendong kami di punggungmu lagi
Oh, daddy, please don't cry
Oh, ayah, tolong jangan menangis
Why are children always first
Mengapa anak-anak selalu yang pertama
To feel the pain and hurt the worst
Merasa sakit dan tersakiti yang paling parah
It's true, but somehow
Itu benar, tapi entah kenapa
It just don't seem right
Rasanya tidak adil
'Cause ev'ry time I cry I know
Karena setiap kali aku menangis aku tahu
It hurts my little children so
Itu menyakiti anak-anakku
I wonder will it be the same tonight
Aku bertanya-tanya apakah malam ini akan sama
Don't cry daddy
Jangan menangis, Ayah
Daddy, please don't cry
Ayah, tolong jangan menangis
Daddy, you've still got me and little Tommy
Ayah, kau masih punya aku dan Tommy kecil
Together we'll find a brand new mommy
Bersama kita akan menemukan ibu baru
Daddy, daddy, please laugh again
Ayah, ayah, tolong tertawalah lagi
Daddy ride us on your back again
Ayah, gendong kami di punggungmu lagi
Oh, daddy, please don't cry
Oh, ayah, tolong jangan menangis
Oh, daddy, please don't cry
Oh, ayah, tolong jangan menangis