Kau melepas pakaianmu
Right after school
Setelah sekolah
The TV's on
TV menyala
The flame is blue
Nyala api berwarna biru
And you hope it won't take
Dan kau berharap itu tidak akan memakan waktu
All afternoon
Sepanjang sore
The TV's waiting
TV menunggu
To talk to you
Untuk berbicara denganmu
It's your naked body
Ini tubuhmu yang telanjang
On white velour
Di atas velour putih
But there's no feeling
Tapi tidak ada perasaan
Just weight on you
Hanya beban di atasmu
But you get nauseous now
Tapi kini kau merasa mual
As he speaks to you
Saat dia berbicara padamu
Such proper language
Bahasa yang sangat sopan
For acts so cruel
Untuk tindakan yang begitu kejam
He says "we all follow the rules
Dia bilang "kita semua mengikuti aturan
We can't very well go and break them now can we?
Kita tidak bisa begitu saja melanggarnya, kan?
For you, for you, for you..
Untukmu, untukmu, untukmu..
Your older sisters,
Kakak-kakakmu,
I had them too,
Aku juga punya mereka,
But you're my favorite
Tapi kau yang paling aku suka
You know it's true.
Kau tahu itu benar.
You look like your mother
Kau mirip ibumu
In that thin disguise
Dalam penyamaran tipis itu
Your parting mouth,
Mulutmu yang terbuka,
Your shining eyes.
Mata bersinar milikmu.
And the way that you hate me
Dan cara kau membenciku
And the length of your hair
Dan panjang rambutmu
It's the reason I make you
Itulah alasan aku menciptakanmu
It's the bond that we share
Itu adalah ikatan yang kita bagi
'Cause you were all trying to endure it
Karena kau semua berusaha untuk bertahan
You could easily go and make your own life somewhere
Kau bisa dengan mudah pergi dan membuat hidupmu sendiri di tempat lain
Couldn't you? Couldn't you? Couldn't you, couldn't you, couldn't you, couldn't you, couldn't you?
Bisa kan? Bisa kan? Bisa kan, bisa kan, bisa kan, bisa kan, bisa kan?
With the sun beams bright
Dengan sinar matahari yang cerah
You keep your eyes shut
Kau tetap menutup mata
Your alarm clock lies
Jam alarmmu berbohong
Get to school on time
Sampai di sekolah tepat waktu
But you're a bag of warm fluid
Tapi kau seperti kantong cairan hangat
You're the coarse in the class
Kau yang kasar di kelas
You walk so near to your locker
Kau berjalan dekat dengan lokermu
You lay so low in the grass
Kau berbaring rendah di rumput
Did you get that coat from the principal?
Apakah kau mendapat jubah itu dari kepala sekolah?
Did you get that bruise on the bus?
Apakah kau mendapat memar itu di bus?
You should wash your hair more
Kau seharusnya mencuci rambutmu lebih sering
You should look more like us.
Kau seharusnya lebih mirip dengan kami.
But I saw you walking once
Tapi aku pernah melihatmu berjalan
Under powder blue skies
Di bawah langit biru pucat
You looked cold still
Kau terlihat masih kedinginan
Your collar was high
Kerahmu tinggi
And I tried to talk to you
Dan aku mencoba berbicara padamu
But you walked right by
Tapi kau berjalan begitu saja melewatiku
I don't know which I said then,
Aku tidak tahu apa yang aku katakan saat itu,
"Hello" or "Goodbye"
"Halo" atau "Selamat tinggal"
And yet we're all trying to be pure
Dan meskipun begitu kita semua berusaha untuk murni
But it isn't a very easy thing, now is it?
Tapi itu bukanlah hal yang mudah, kan?
To do, To do, To do, To do, To do, To do
Untuk dilakukan, Untuk dilakukan, Untuk dilakukan, Untuk dilakukan, Untuk dilakukan, Untuk dilakukan
Isn't it, Isn't it, Isn't it, Isn't it, Isn't it, Isn't it, Isn't it, Isn't it?
Bukankah begitu, Bukankah begitu, Bukankah begitu, Bukankah begitu, Bukankah begitu, Bukankah begitu, Bukankah begitu, Bukankah begitu?