Mungkin aku yang perlu berdamai dengan keadaan
Sudah siap kupakai kaus favoritku, tidak kutemukan di tumpukan baju
Ternyata aku yang lupa mencucinya minggu lalu
Seyakin apa pun aku menunjuk
Kesalahan mereka yang lain
Aku lebih sering lagi lupa
Namaku pun di daftar itu
Seharusnya aku sadar
Tak selamanya ku menuduh
Percuma kuhitung kesalahan kalau dunia enggan meminta maaf
Biarkan aku yang memulai, siapa tahu lebih tenang tidurku
Pesan tenggelam tanya kabarku, perkara (Percintaan dan pekerjaan)
Simpan semua pertanyaan, beberapa hari ku menghilang dulu
Menghadap cermin dengan bayangku, tenangkan diri, coba lagi, ku bisa lewati hari ini, segala remehan caci maki
Polos bodohku yang terulang kujadikan pelajaran, pada akhirnya ku memaafkan diri
Seyakin apa pun aku menunjuk
Kesalahan mereka yang lain
Aku lebih sering lagi lupa
Namaku pun di daftar itu
Seharusnya aku sadar
Tak selamanya ku menuduh
Percuma kuhitung kesalahan kalau dunia enggan meminta maaf
Biarkan aku yang memulai, siapa tahu lebih tenang tidurku
Aku yang banyak mengeluh, sialnya aku pusing sendiri
Kuangkat kedua tanganku, kuteriakkan maaf pada diriku
Aku yang banyak mengeluh, sialnya aku pusing sendiri
Kuangkat kedua tanganku, kuteriakkan maaf pada diriku
Seharusnya aku sadar
Tak selamanya ku menuduh
Percuma kuhitung kesalahan kalau dunia enggan meminta maaf
Biarkan aku yang memulai, siapa tahu lebih tenang tidurku
Percuma kuhitung kesalahan kalau dunia enggan meminta maaf
Biarkan aku yang memulai, kuteriakkan maaf pada diriku
Makna di balik lagu 'Maaf (Pada Diriku)'
Lagu Maaf (Pada Diriku) dari Biru Baru membahas tentang proses menerima diri sendiri dan belajar berdamai dengan kesalahan di masa lalu. Lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang untuk sembuh secara perlahan dengan cara berhenti menyalahkan keadaan dan mulai memaafkan dirinya sendiri.
Liriknya menunjukkan momen saat seseorang mencoba menenangkan diri dan menjauh sejenak dari keramaian supaya bisa lebih jujur dengan perasaannya sendiri. Dari situ muncul kesadaran kalau manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan tidak selalu bisa benar dalam setiap keadaan. Lagu ini juga mengingatkan bahwa tidak semua hal harus dilampiaskan dengan menyalahkan orang lain atau keadaan sekitar.