Yang lama kau sembunyikan, yang kau relakan perlahan
Yang pernah kau sebut rumah, yang kau genggam terlalu lama
Yang kau jaga sendiri, yang tak benar-benar pergi
Biar saja, biar saja
Selama masih terasa, bersyukur kau masih ada
Sampai nanti
Berdoa bertemu lagi, kulihat senyummu lagi
Yang kau kira menghancurkanmu, yang ternyata membentukmu
Kau doakan tiap malam, sampaikan pada yang hilang
Pada yang ingin pulang, pada yang masih berperang
Pedih yang tak kau akui, usaha setengah mati
Sampai nanti
Berdoa bertemu lagi, kulihat senyummu lagi
Sampai nanti
Berdoa bertemu lagi, kulihat senyummu lagi
Biarkan ia mengalir lebih deras dari biasanya
Tangismu itu kau pecahkan, lama ia tеrkurung
Bersyukur masih bisa kau rasa segala manis pahitnya
Kuharap kau sudah mengеrti cerita panjang ini milikmu juga
Kudoakan mereka yang meninggalkan hidupmu
Yang belum memaafkanmu, yang lupa kebaikanmu
Kudoakan mereka yang menjadi harapanmu
Yang mengajarkanmu tumbuh, yang selamatkan hidupmu
Kudoakan mereka yang meninggalkan hidupmu
Yang belum memaafkanmu, yang lupa kebaikanmu
Kudoakan mereka yang menjadi harapanmu
Yang mengajarkanmu tumbuh, yang selamatkan hidupmu
Makna di balik lagu 'Sampai Nanti'
Lagu Sampai Nanti bercerita tentang proses menerima diri sendiri, belajar jadi lebih dewasa, dan mengikhlaskan perpisahan. Lagu ini menyampaikan kalau rasa sakit dan kehilangan sebenarnya adalah bagian dari proses yang membentuk seseorang jadi lebih kuat. Semua hal yang terjadi, termasuk yang tidak berjalan sesuai harapan perlahan perlu diterima sebagai bagian dari perjalanan hidup.
Selain itu, lagu ini juga mengajarkan tentang belajar merelakan dan berdamai dengan masa lalu. Hal-hal yang dulu terasa menyakitkan ternyata bisa membantu seseorang tumbuh dan memahami hidup dengan lebih baik. Frasa “Sampai Nanti” sendiri jadi simbol perpisahan yang tenang dan penuh keikhlasan, di mana seseorang memilih untuk memaafkan, mendoakan orang yang sudah pergi, dan melanjutkan hidup dengan hati yang lebih lega.