Kudapat kabar buruk
Begitu burukku
Tak bisa menahan lagi
Pesan panjang sudah kusiapkan
Tak kukirim juga akhirnya
Apa kau juga begitu
Merasa seperti aku
Bolehkah ku bercerita sekarang
Atau kamu sedang sama pusingnya
Isi kepala berisik
Penuh hal-hal rumit
Sudah diujung mulut
Kuenggan mengucap
Tapi tak sampai hati
Karena kutahu isi kepalamu
Juga berbelit
Tak apa kita cari waktu lain
Giliranku giliranmu
Bahasan hidup tak ada habisnya
Aku tahu sedikit banyak
Tentang keluargamu
Alasanmu membangun tameng
Sekeras itu
Sayangnya
Rumah bukan tempatmu mengadu
Sayangnya
Aku tak bisa mengubah itu
Maukah kau bercerita sekarang
Kalau kau tunda cerita
Esok mungkin sudah berbeda
Isi kepala berisik penuh hal hal rumit
Sudah di ujung mulut kuenggan mengucap
Tapi tak sampai hati
Karena kutahu isi kepalamu juga berbelit
Tak apa kita cari waktu lain
Giliranku giliranmu
Bahasan hidup tak ada habisnya
Telatku sadari
Memendam sendiri
Jika bukan hari ini
Cari waktu lagi
Telatku sadari
Memendam sendiri
Jika bukan hari ini
Cari waktu lagi
Telatku sadari
Memendam sendiri
Jika bukan hari ini
Cari waktu lagi
Makna di balik lagu 'Kita Cari Waktu Lain'
Lagu Kita Cari Waktu Lain menggambarkan tentang kebiasaan saling memendam perasaan dan menunda untuk berbagi cerita saat sedang punya masalah. Lagu ini terasa dekat dengan kehidupan banyak orang terutama ketika seseorang sebenarnya ingin curhat tapi memilih diam karena tahu pasangannya juga sedang menghadapi beban yang tidak kalah berat.
Loroknya menyinggung tentang momen saat seseorang sudah menyiapkan pesan panjang untuk mengungkapkan isi hati, tetapi akhirnya tidak jadi dikirim. Sikap ini muncul karena rasa empati yang besar, di mana keduanya sama-sama sadar kalau pikiran pasangannya juga sedang penuh dan rumit.