Tak selamanya sabarmu itu kan diingat
Berpuluh nasihat kau biarkan menggema
Kapan panas telingamu kan mengganggu?
Apa lagi yang mau kau hancurkan hari ini?
Mimpimu, harapmu atau enam jam tidurmu?
Semua lengkap larut dalam kebutaanmu
Entah haus atau kau tak cukup peduli
Berkali-kali kau sebut dirimu tak pantas
Menutup hari kau akan menangis, terbaring lemas, air matamu
Berserakan, mencari jawaban, mencari pelukan, mencari sandaran atau bahkan cacian
Kau tahu itu bukan tanpa alasan
Apa lagi yang mau kau hancurkan hari ini?
Mimpimu, harapmu atau enam jam tidurmu?
Semua lengkap larut dalam kebutaanmu
Entah haus atau kau tak cukup peduli
Lihat apa yang kita perbuat
Hancur perlahan terlihat kuat
Kita harus selamatkan diri
Lihat apa yang kita perbuat
Coba dengarkan aku kali ini
Sekali saja jangan kau selah
Senyummu hangat pada mereka
Pikirmu jahat pada yang kau punya
Kau bukan mata uang ambisi mereka, ada doa di setiap nafasmu
Aku tahu dunia banyak menagihmu, tapi apakah pujian mereka yang kau cari?
Berkali-kali kau merasa sibuk berkata tak apa, dunia puji kesabaranmu
Tapi lihat apa yang kau hancurkan malam ini
Makna di balik lagu 'Kita Harus Selamatkan Diri'
Lirik lagu ini menggambarkan seseorang yang terus memaksakan diri untuk terlihat kuat walaupun sebenarnya sudah capek secara mental dan emosional. Berkali-kali dia mencoba sabar dan menahan semuanya sendiri, tapi nasihat dari orang lain malah sering diabaikan. Lagu ini juga menunjukkan kebiasaan menghancurkan diri sendiri, seperti mengorbankan mimpi, harapan, bahkan waktu istirahat hanya demi memenuhi tekanan hidup dan ekspektasi orang lain.
Di bagian lain, lagu ini memperlihatkan rasa bingung dan sedih yang dipendam terlalu lama. Setelah menjalani hari yang berat, orang tersebut akhirnya menangis sendirian sambil mencari jawaban, dukungan, atau sekadar tempat untuk bersandar. Walaupun sering merasa dirinya tidak cukup baik, sebenarnya semua rasa sakit itu muncul karena ada banyak tekanan yang terus dipikul tanpa benar-benar diselesaikan.