Di tengah malam, kau bisa merasakan waktu berlalu.
Licking wounds from yesterday, bracing for tomorrow’s stage
Mengobati luka dari kemarin, bersiap untuk panggung esok.
I create these monsters, seems like every way I can
Aku menciptakan monster-monster ini, seolah semua cara kutempuh.
It’s never my intention, but somehow it feels strangely planned
Bukan niatku, tapi entah kenapa terasa seperti sudah direncanakan.
And this goes to show you
Dan ini menunjukkan padamu
Ignorance is underrated, ‘cause
Ketidaktahuan itu sering diremehkan, karena
I’d rather forget all about my past
Aku lebih memilih melupakan masa laluku.
Cruel how these moments never cease to last
Kejam bagaimana momen-momen ini tak pernah berhenti ada.
And you could do better than this
Dan kau bisa melakukan yang lebih baik dari ini
If you refuse to hide
Jika kau menolak untuk bersembunyi
These monsters will subside
Monster-monster ini akan mereda.
Story after story, squeezing fiction out of fact
Cerita demi cerita, memeras fiksi dari fakta.
Trying to face forward, but always looking back
Berusaha untuk melangkah maju, tapi selalu menoleh ke belakang.
Conjuring up danger when you know you’re safe and sound
Membangkitkan bahaya saat kau tahu dirimu aman.
Once you start to question yourself, the road you take leads down, down
Begitu kau mulai mempertanyakan dirimu, jalan yang kau pilih akan menurun, menurun.
And this goes to show you
Dan ini menunjukkan padamu
Ignorance is underrated
Ketidaktahuan itu sering diremehkan.
Chorus
Reff
Close your eyes
Tutup matamu.