X

TIPS PENCARIAN LIRIK FAVORIT ANDA

ANDA MENGETAHUI JUDUL DAN NAMA PENYANYI

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
  • Lautan Derita

    Mana kutahan bila api cinta
    Selalu membakar di dalam tubuhku

    Betapa kejamnya kau ulang kembali
    Luka yang kau tanam tiada terobati

    Mana ku tahan
    Perilakumu semena-mena
    Kau buat aku hancur kecewa

    Janji-janjimu seindah surga
    Dibalik wajahmu terlukis neraka
    Kau buat aku bagai boneka
    Sungguh hatimu bukan manusia
    Tapi derakula penghisap darah

    Dermaga cinta yang suci mulia
    Kau rubah menjadi lautan derita

    Mana kutahan
    Perilakumu semena-mena
    Kau buat aku hancur kecewa

    Janji-janjimu seindah surga
    Dibalik wajahmu terlukis neraka
    Kau buat aku bagai boneka
    Sungguh hatimu bukan manusia
    Tapi derakula penghisap darah

    Dermaga cinta yang suci mulia
    Kau rubah menjadi lautan derita
    Lautan derita
  • Jembatan

    Salah apakah diriku
    Dosa apakah diriku
    Sehingga kau tega
    Seakan kau lupa
    Kalau aku kekasihmu

    Terlalu sungguh terlalu
    Tanpa pamit kau berlalu
    Kini yang tersisa
    Hanya air mata
    Manisnya kau telan
    Sepah kau campakkan
    Kemana akan kubawa
    Derita cinta yang tlah ternoda

    Siapa yang akan terima
    Lukisan cinta berlumur darah
    Kau buat aku jembatan
    Kau meraih kepuasan
    Setelah kau dapatkan
    Aku kau tinggalkan

    Terlalu sungguh terlalu
    Tanpa pamit kau berlalu
    Kini yang tersisa
    Hanya air mata
    Manisnya kau telan
    Sepah kau campakkan
    Kemana akan kubawa
    Derita cinta yang tlah ternoda

    Siapa yang akan terima
    Lukisan cinta berlumur darah
    Kau buat aku jembatan
    Kau meraih kepuasan
    Setelah kau dapatkan
    Aku kau tinggalkan

    Terlalu sungguh terlalu
    Tanpa pamit kau berlalu
    Kini yang tersisa
    Hanya air mata
    Manisnya kau telan
    Sepah kau campakkan
  • Delima

    Sekian lama
    Ku dirantau orang
    Ingin ku cepat pulang
    Ke kampung halaman

    Tanam tebu ditanam
    Tanam ditanah deli
    Rinduku siang dan malam padamu kekasih
    Burung terbang melayang
    Terbangnya dari jawa
    Hatiku cemas dan bimbang takut tak berjumpa

    Aku tak menyangka
    Abang akan kembali
    Tanam tebu ditanam
    Tanam ditanah deli
    Rinduku siang dan malam padamu kekasih

    Delima delima
    Sambutlah ku datang
    Dengan senandung lagu melayu

    Delima delima
    Aku tak menyangka
    Kiranya dirimu telah berdua
    Lama kutunggu-tunggu
    Tiada kabar darimu
    Ayah dan ibu menjodohkanku
    Sungguh ku tak percaya
    Kukira engkau setia
    Akhirnya ku pulang jadi kecewa
    Sirih banyak daunnya
    Hidup numpang di batang
    Kekasihku yang ku cinta jadi milik orang
    Aku tak menyangka
    Abang akan kembali

    Kemana kubawa hati yang terluka
    Kemana kubawa diri yang merana
    Kemana kubawa hati yang terluka
    Kemana kubawa diri yang merana
    Kemana kubawa hati yang terluka
    Kemana kubawa diri yang merana
  • Menyulam Kain Rapuh

    Percuma
    Percuma saja
    Diriku menyulam
    Kain yang rapuh

    Untuk apa aku menyulam kain yang rapuh
    Mengharap hujan jatuh diterik mentari
    Engkaulah cawan yang terluka
    Percuma harapkan isinya
    Lautan pun aku tuangkan
    Hausmu pun tak pernah sirna
    Untuk apa aku menyulam kain yang rapuh
    Mengharap hujan jatuh diterik mentari

    Batu karang pun pecah karena badai
    Apalagi hati rawan ini
    Semut pun tak akan diam kau sakiti
    Apalagi diriku ini

    Sudah cukup maaf yang aku berikan
    Namun tak jua menyadarkanmu
    Bila tubuh semakin terbungkus nafsu
    Hatimu pun semakin membatu

    Kini biarlah aku yang mengalah
    Agar engkau puas
    Mengumbar nafsumu

    Untuk apa aku menyulam kain yang rapuh
    Mengharap hujan jatuh diterik mentari
    Engkaulah cawan yang terluka
    Percuma harapkan isinya
    Lautan pun aku tuangkan
    Hausmu pun tak pernah sirna

    Untuk apa aku menyulam kain yang rapuh
    Mengharap hujan jatuh diterik mentari
  • Cinta Tak Seperti Gaun

    Jangan tidak mengukur baju di badan sendiri
    Semua kesalahanmu jangan selalu engkau tutupi
    Bila masih mengharapkan kita bersatu kembali
    Walau cinta kita telah kotor dan engkau nodai
    Cinta tak seperti gaun dapat dicuci dan disabuni
    Setelah bersih dan wangi lalu kau pakai kembali

    Jangan tidak mengukur baju di badan sendiri
    Buka dulu topeng di wajahmu lalu bercerminlah dalam hati
    Baru kau akan mengerti baru kau akan sadari
    Semua kekuranganmu selama ini

    Aku bukan bunga di jambangan
    Harum disayang layu dibuang
    Disaat kau kesepian aku kau jadikan teman
    Tapi bila telah bosan lalu kau tinggalkan
    Sungguh diriku tak rela bila engkau permainkan
    Jangan tidak mengukur baju di badan sendiri
    Semua kesalahanmu jangan selalu engkau tutupi
    Bila masih mengharapkan kita bersatu kembali
    Jangan tidak mengukur baju di badan sendiri