Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis.
Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI
Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR
Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu
Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda.
Silakan menghubungi kami.
Salah apakah diriku Dosa apakah diriku Sehingga kau tega Seakan kau lupa Kalau aku kekasihmu
Terlalu sungguh terlalu Tanpa pamit kau berlalu Kini yang tersisa Hanya air mata Manisnya kau telan Sepah kau campakkan Kemana akan kubawa Derita cinta yang tlah ternoda
Siapa yang akan terima Lukisan cinta berlumur darah Kau buat aku jembatan Kau meraih kepuasan Setelah kau dapatkan Aku kau tinggalkan
Terlalu sungguh terlalu Tanpa pamit kau berlalu Kini yang tersisa Hanya air mata Manisnya kau telan Sepah kau campakkan Kemana akan kubawa Derita cinta yang tlah ternoda
Siapa yang akan terima Lukisan cinta berlumur darah Kau buat aku jembatan Kau meraih kepuasan Setelah kau dapatkan Aku kau tinggalkan
Terlalu sungguh terlalu Tanpa pamit kau berlalu Kini yang tersisa Hanya air mata Manisnya kau telan Sepah kau campakkan
Sekian lama Ku dirantau orang Ingin ku cepat pulang Ke kampung halaman
Tanam tebu ditanam Tanam ditanah deli Rinduku siang dan malam padamu kekasih Burung terbang melayang Terbangnya dari jawa Hatiku cemas dan bimbang takut tak berjumpa
Aku tak menyangka Abang akan kembali Tanam tebu ditanam Tanam ditanah deli Rinduku siang dan malam padamu kekasih
Delima delima Sambutlah ku datang Dengan senandung lagu melayu
Delima delima Aku tak menyangka Kiranya dirimu telah berdua Lama kutunggu-tunggu Tiada kabar darimu Ayah dan ibu menjodohkanku Sungguh ku tak percaya Kukira engkau setia Akhirnya ku pulang jadi kecewa Sirih banyak daunnya Hidup numpang di batang Kekasihku yang ku cinta jadi milik orang Aku tak menyangka Abang akan kembali
Kemana kubawa hati yang terluka Kemana kubawa diri yang merana Kemana kubawa hati yang terluka Kemana kubawa diri yang merana Kemana kubawa hati yang terluka Kemana kubawa diri yang merana
Percuma Percuma saja Diriku menyulam Kain yang rapuh
Untuk apa aku menyulam kain yang rapuh Mengharap hujan jatuh diterik mentari Engkaulah cawan yang terluka Percuma harapkan isinya Lautan pun aku tuangkan Hausmu pun tak pernah sirna Untuk apa aku menyulam kain yang rapuh Mengharap hujan jatuh diterik mentari
Batu karang pun pecah karena badai Apalagi hati rawan ini Semut pun tak akan diam kau sakiti Apalagi diriku ini
Sudah cukup maaf yang aku berikan Namun tak jua menyadarkanmu Bila tubuh semakin terbungkus nafsu Hatimu pun semakin membatu
Kini biarlah aku yang mengalah Agar engkau puas Mengumbar nafsumu
Untuk apa aku menyulam kain yang rapuh Mengharap hujan jatuh diterik mentari Engkaulah cawan yang terluka Percuma harapkan isinya Lautan pun aku tuangkan Hausmu pun tak pernah sirna
Untuk apa aku menyulam kain yang rapuh Mengharap hujan jatuh diterik mentari
Jangan tidak mengukur baju di badan sendiri Semua kesalahanmu jangan selalu engkau tutupi Bila masih mengharapkan kita bersatu kembali Walau cinta kita telah kotor dan engkau nodai Cinta tak seperti gaun dapat dicuci dan disabuni Setelah bersih dan wangi lalu kau pakai kembali
Jangan tidak mengukur baju di badan sendiri Buka dulu topeng di wajahmu lalu bercerminlah dalam hati Baru kau akan mengerti baru kau akan sadari Semua kekuranganmu selama ini
Aku bukan bunga di jambangan Harum disayang layu dibuang Disaat kau kesepian aku kau jadikan teman Tapi bila telah bosan lalu kau tinggalkan Sungguh diriku tak rela bila engkau permainkan Jangan tidak mengukur baju di badan sendiri Semua kesalahanmu jangan selalu engkau tutupi Bila masih mengharapkan kita bersatu kembali Jangan tidak mengukur baju di badan sendiri