Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis.
Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI
Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR
Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu
Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda.
Silakan menghubungi kami.
Ternyata kamu punya satu yang baru Tak cukupkah aku yang ada dalam hidupmu Sakit perih sayang kau main belakang Cukup cukup sayang tak kuat aku bertahan
Ternyata palsu semua janji manismu Ternyata dirimu jelas mempermainkanku
Cukup tahu tak perlu merayu Ku tak mau dengar alasanmu Cukup aku yang jadi korban cintamu
Pergi jauh dari hidupku Tak ingin ku ingat ingat kamu Jangan harap ku kan kembali padamu
Ternyata palsu semua janji manismu Ternyata dirimu jelas mempermainkanku
Cukup tahu tak perlu merayu Ku tak mau dengar alasanmu Cukup aku yang jadi korban cintamu
Pergi jauh dari hidupku Tak ingin ku ingat ingat kamu Jangan harap ku kan kembali padamu
Ternyata palsu semua janji manismu Ternyata dirimu jelas mempermainkanku
Cukup tahu tak perlu merayu Ku tak mau dengar alasanmu Cukup aku yang jadi korban cintamu
Pergi jauh dari hidupku Tak ingin ku ingat ingat kamu Jangan harap ku kan kembali padamu
Cukup tahu tak perlu merayu Ku tak mau dengar alasanmu Cukup aku yang jadi korban cintamu
Pergi jauh dari hidupku Tak ingin ku ingat ingat kamu Jangan harap ku kan kembali padamu
Sambal ijo pedas rasanya Namun tak sepedas hatiku yang luka Janji manis yang kau berikan Tak sepahit yang selalu ku rasakan Sambal ijo pedasmu membuat diriku, jadi merana
Semua cara kau rayu diriku Saat kau mengharapkan cintaku Setelah kau dapatkan diriku Kini kau pergi tinggalkan aku
Sambal ijo pedas rasanya Namun tak sepedas hatiku yang luka Janji manis yang kau berikan Tak sepahit yang selalu ku rasakan Sambal ijo pedasmu membuat diriku, jadi merana
Sambel ijo itulah diriku Seperti cintaku yang pedes di awal, dan hilang berlalu Hebat-bebat ku begitu hebat Membuatmu terpikat terjerat Rayuan mautku, gombalanku, tipu dayaku
Nana nana nananana Nana nana nananana Semua cara kau rayu diriku Saat kau mengharapkan cintaku Setelah kau dapatkan diriku Kini kau pergi tinggalkan aku
Sakit memang sakitnya hatiku Tak mengapa kau tinggalkan aku Ku yakin Tuhan menuntunku Tanpa kamu langit masih biru
Lagu RUMAH TAK BERPINTU menceritakan tentang perasaan yang sudah tidak bisa lagi memaafkan karena berulang kali telah dikhianati. Yuk intip liriknya di bawah ini...
Percuma saja jendela kau kunci Pabila rumah tak berdaun pintu Percuma saja kau bersumpah janji Kar'na tak mungkin ku meyakini
Yang sudah-sudah, kata tinggal kata Manisnya lidah hanya angin surga Cermin yang retak rawan 'tuk berkaca Cinta yang rusak, obatnya pun susah
Percuma saja jendela kau kunci Pabila rumah tak berdaun pintu
Sakit hati ini Semakin perih Ingkar dan dusta Bertubi-tubi Tak mampu, aku tak mampu Menghadapi sikapmu
S'kali, dua kali Maaf kuberi Namun tingkahmu Semakin jadi Tak bisa, aku tak bisa Aku takkan terima
Sebelum hancur luluh hatiku Kututup pintu hatiku untukmu Ha-ah-ah
Percuma saja jendela kau kunci Pabila rumah tak berdaun pintu
Sakit hati ini Semakin perih Ingkar dan dusta Bertubi-tubi Tak mampu, aku tak mampu Menghadapi sikapmu
S'kali, dua kali Maaf kuberi Namun tingkahmu Semakin jadi Tak bisa, aku tak bisa Aku takkan terima
Sebelum hancur luluh hatiku Kututup pintu hatiku untukmu Ha-ah-ah
Lagu TUMBANG yang dirilis 13 Agustus 2021 ini menceritakan tentang seseorang yang sudah berkali-kali disakiti tapi tetap memaafkan, hingga pada akhirnya sudah tidak ingin berharap lagi. Yuk intip liriknya di bawah ini…
Memaafkanmu... Semudahku menjentikkan jari Sebelum kau pinta Maafpun sudah ku beri
Menerimamu... Dalam kehidupanku kembali Tak mungkin ku sanggup Jujur harus ku akui Terlalu kerap hatiku Tersayat terhina olehmu
Kesabaran hatiku Salah kau manfaatkan Menyakiti hatiku Acap kali kau ulang
Aku banyak mengalah Bukan berarti pasrah Saat jiwaku lemah Cinta berubah cerah
Batu pun berlubang Karena tetesan air Sabar ku pun tumbang Karena cinta tersingkir
Menerimamu... Dalam kehidupanku kembali Tak mungkin ku sanggup Jujur harus ku akui Terlalu kerap hatiku Tersayat terhina olehmu
Kesabaran hatiku Salah kau manfaatkan Menyakiti hatiku Acap kali kau ulang
Aku banyak mengalah Bukan berarti pasrah Saat jiwaku lemah Cinta berubah cerah
Batu pun berlubang Karena tetesan air Sabar ku pun tumbang Karena cinta tersingkir
Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu
Ibarat bunga Aku takut banyak kumbang yang hinggap Aku tak mau Patah-patah, tangkaiku patah Aku tak mau
Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu
Syalalalala hoooo Syalalalala hoooo Hanya dia Dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, hanya dia Hanya dia yang ada di antara jantung hati Tempat bermanja, tempatnya rindu Tempat curahan hati yang damai
Entah apa Bagaikan kayu basah dimakan api Api curiga, api cemburu Api kerinduan yang membara Oh angin, kabarkan Melati di depan rumahku menantimu
Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu
Hanya dia Dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, hanya dia Hanya dia yang ada di antara jantung hati Tempat bermanja, tempatnya rindu Tempat curahan hati yang damai
Entah apa Bagaikan kayu basah dimakan api Api curiga, api cemburu Api kerinduan yang membara Oh angin, kabarkan Melati di depan rumahku menantimu
Bimbang ragu Sementara malam mulai datang Hasratku ingin bercermin tapi Cerminku pecah seribu, pecah seribu