di tengah malam yang sepi, bunga kering ini
gudi ibeul majchwodo
walau kau menatapku
garu doeeo sarajigo
aku menghilang seperti embun pagi
yonggiga eopsneun buteo beorin du ipsureun
tanpa suara, dua bibir yang beku
kkeuteul arado moreun cheok
berpura-pura tak tahu akhir dari semua ini
barabogiman hajyo
hanya ingin melihat ke arahmu
eonjenga uri
suatu saat kita
majimagui ibeul majchugessjyo
akan saling menatap terakhir kalinya
eotteon maeumilkkayo
apa yang kau rasakan?
mareun kkocccheoreom mallabeorin mam
seperti bunga yang layu, hatiku berbicara
dorikil su eopseul mankeum meoreojyeo beorin uri
kita terjebak, tak bisa kembali
ijen geuman nohajwoyo
sekarang cukup, jangan lagi
areumdaun cheok aesseo gwaenchanheun cheokhaessdeon
berpura-pura indah, kita baik-baik saja
sugohaesseoyo
kita sudah bertahan
gajang balkge bichnassdeon uri dul
dua kita yang paling bersinar
cham pogeunhaessdeon du soni
dua tangan yang sangat dekat
cham ttadeushaessdeon siseoni
wajah yang hangat dan lembut
ije dareuge boyeoyo
sekarang aku melihat ke depan
deo isang yejeon gateul sun eopsgessjyo
tak ada lagi masa lalu yang bisa kita ingat
byeonhaebeorin mameul tashal sudo eopsneyo
tak bisa mengubah hati yang telah berubah
ipgaeseo maemdoldeon mal Good bye Good bye
dari bibir ini, hanya ada ucapan selamat tinggal
naega meonjeo kkeutira malhalgeyo
aku akan mengucapkan kalimat terakhir
geudaen majimakkkaji
hingga saat itu tiba
areumdapgil barayo
aku ingin terlihat cantik
mareun kkocccheoreom mallabeorin mam
seperti bunga yang layu, hatiku berbicara
dorikil su eopseul mankeum meoreojyeo beorin uri
kita terjebak, tak bisa kembali
ijen geuman nohajwoyo
sekarang cukup, jangan lagi
areumdaun cheok aesseo gwaenchanheun cheokhaessdeon
berpura-pura indah, kita baik-baik saja
sugohaesseoyo
kita sudah bertahan
gajang balkge bichnassdeon uri dul
dua kita yang paling bersinar
oneuri jinamyeon ijen dasi
hari ini berlalu, dan sekarang
barabol su eopsdaneun geol nan jal aljiman
aku tahu kita tak bisa melihat kembali
memallabeorin uril jikyeoboneun ge deo
menjaga kita yang telah layu
himi deuneyo
rasanya sangat berat
meonjeo tteonaneun nareul miwohaeyo
aku membenci diriku yang ingin pergi
majimak kkoccipi buseojineyo
bunga terakhir ini layu
sone jwil su eopsge dwaebeoryeossneyo
tak bisa lagi berpegang tangan
geudae moseubi heuryeojineyo
keberadaanmu memudar
uril bonaejul subakke eopsneyo
tak ada yang bisa memberi kita harapan lagi