Aku berusaha keras untuk menjadi harinya
But the night has already taken me away
Tapi malam telah membawaku pergi
Shedding dreams under the maple tree
Menggugurkan mimpi di bawah pohon maple
Where I carved your name
Di mana aku mengukir namamu
Nothing left, not even time
Tak ada yang tersisa, bahkan waktu pun tak ada
Straight reads the line
Jelas terbaca garisnya
His life had reached the end
Hidupnya telah sampai di akhir
Wanting only to be loved by Adrienne
Hanya ingin dicintai oleh Adrienne
Letters explained his grief
Surat-surat menjelaskan kesedihannya
But she would never read
Tapi dia takkan pernah membacanya
His wrists would bleed
Pergelangan tangannya berdarah
But she would never see
Tapi dia takkan pernah melihatnya
So he took his life at the age of 23
Jadi dia mengakhiri hidupnya di usia 23
And she had always loved him
Dan dia selalu mencintainya
But he would never know
Tapi dia takkan pernah tahu
For she covered her love
Karena dia menyembunyikan cintanya
Like stars cover the sky
Seperti bintang-bintang menutupi langit
Hiding her heart
Menyembunyikan hatinya
Fearing what he would find inside
Takut akan apa yang dia temukan di dalam
Years took her away
Tahun-tahun membawanya pergi
A widow she remained
Dia tetap menjadi janda
Holding him deep inside
Menyimpan dia di dalam hati
Wishing she too would die
Mengharapkan dia juga bisa mati
Time favors no one and if we wait
Waktu tak memihak siapa pun, dan jika kita menunggu
We too can fall in love
Kita juga bisa jatuh cinta
A second too late
Terlambat satu detik