Aku merasakan air yang naik, aku menghembuskan napas
Slip into the warmth from which we came
Masuk ke dalam kehangatan tempat kita berasal
Softening my hands and fingernails
Melunakkan tangan dan kuku-kukuku
Melt the callus hard from the chain
Meleburkan kapalan keras dari rantai
Warm water rising up my neck
Air hangat menjalar di leherku
Deep into the womb a distant heart
Dalam jauh ke rahim, ada detak jantung yang jauh
I hear its beat in rhythm with my own
Aku mendengar detaknya seirama dengan detak jantungku
The crumbling debris ceiling work of art
Sisa-sisa puing yang runtuh, karya seni yang indah
All the silence broken
Semua keheningan terpecahkan
I hear your voice haunting me
Aku mendengar suaramu menghantuiku
Every word of ruin
Setiap kata kehancuran
Another anchor on my feet
Satu lagi jangkar di kakiku
Time is slowly creeping up my chest
Waktu perlahan merayap di dadaku
See the poison now a growing vine
Lihat racun kini menjadi tanaman merambat yang tumbuh
How I want to take a breath
Betapa aku ingin menghirup napas
Slip into the nothingness sublime
Masuk ke dalam kekosongan yang agung
All the silence broken
Semua keheningan terpecahkan
I hear your voice haunting me
Aku mendengar suaramu menghantuiku
Every word of ruin
Setiap kata kehancuran
Another anchor on my feet
Satu lagi jangkar di kakiku
On my feet
Di kakiku
All the silence broken
Semua keheningan terpecahkan
I hear your voice haunting me
Aku mendengar suaramu menghantuiku
Every word of ruin
Setiap kata kehancuran
Another anchor on my feet
Satu lagi jangkar di kakiku
All the silence broken
Semua keheningan terpecahkan
I hear your voice haunting me
Aku mendengar suaramu menghantuiku
Every word of ruin
Setiap kata kehancuran
An anchor on my feet
Sebuah jangkar di kakiku
On my feet
Di kakiku