Aku mabuk di bawah lampu-lampu
stumbling, scrambling, screaming,
terpeleset, berusaha berdiri, teriak,
at the top of my lungs
sekuat tenaga
if I never said another fucking word
jika aku tidak mengucapkan sepatah kata pun lagi
would I just disappear?
apakah aku akan menghilang?
happy bruised fucking year
tahun yang penuh luka dan bahagia ini
and we walked, a picture fuzzy focus
dan kami berjalan, gambarnya kabur
we were climbing through the street lights
kami merayap di antara lampu jalan
with our lives on our tongues
dengan hidup kami terucap di bibir
and each word
setiap kata
we said beside the airport
yang kami ucapkan di samping bandara
slowly dissipated one by one
perlahan menghilang satu per satu
I have found marks upon my shoulders
Aku menemukan bekas di bahuku
where you clipped the broken airplane wings
di mana kau memotong sayap pesawat yang patah
you gave to me
yang kau berikan padaku
You will learn a language I will never speak
Kau akan belajar bahasa yang takkan pernah aku ucapkan
a brigade of flags white
sekelompok bendera putih
A surrender of teeth
Penyerahan gigi
And downtown
Dan di pusat kota
I breathed booze and bright lights
aku menghirup alkohol dan cahaya terang
bars and cars and the traffic of night
bar-bar dan mobil serta lalu lintas malam
I've been so far wrong I might be right
Aku sudah begitu salah, mungkin aku benar
And the man in the park talks loud
Dan pria di taman berbicara keras
his eyes all ripple white
matanya bergetar putih
he says god's teeth is the city
dia bilang gigi Tuhan adalah kota ini
and the sidewalks so wide
dan trotoar yang begitu lebar
are where they sleep at night
adalah tempat mereka tidur di malam hari
this city doesn't know how to sing
kota ini tidak tahu cara bernyanyi
your older then your colder
kau lebih tua, lalu semakin dingin