Aku menggenggam tanganmu dengan hati-hati, sambil tetap tersenyum sendiri
And I lapse into the grasp of an overriding obsession
Dan aku terjebak dalam cengkeraman obsesi yang menguasai
And I get sick as I watch my interests fall into suspension
Dan aku merasa mual saat melihat minatku terhenti
This Winter
Musim dingin ini
So cold, Creeping down your arm
Begitu dingin, merayap di lenganmu
Stealth soldiers, Creeping around your palm
Tentara diam-diam, merayap di telapak tanganmu
It's hard, hard to understand
Sulit, sulit untuk dipahami
Little victories won creeping around your hand
Kemenangan kecil yang didapat dengan merayap di tanganmu
The sickness has taken hold through violent, blurted syllables
Keterpurukan ini telah menguasai melalui suku kata yang terucap kasar
Escape my mouth under my breath
Meluncur keluar dari mulutku pelan-pelan
The voice of pricking dread is whispering insistent in my ear
Suara ketakutan yang menusuk berbisik terus-menerus di telingaku
My paranoia galvanised by your gaze, so austere
Paranoia ku terpicu oleh tatapanmu yang begitu ketat
This Winter...
Musim dingin ini...
I pinned your crest to my chest, hoping it might start to look right
Aku menempelkan lambangmu di dadaku, berharap itu bisa terlihat benar
There was hushed talk of young boy's corpse lying face down in some river
Ada bisik-bisik tentang mayat seorang bocah muda tergeletak telungkup di sungai
His hands used to move like mine
Tangannya dulu bergerak seperti milikku
I can't stand myself this morning, I am practically that boy
Aku tak bisa tahan diriku pagi ini, aku praktis seperti bocah itu
No strength to endure, Ghostly insecure, Pallid through lack of choice
Tak ada kekuatan untuk bertahan, Hantu yang tak aman, Pucat karena kurang pilihan
This winter...
Musim dingin ini...