Lirik Lagu The Manuscript (Terjemahan) - Taylor Swift
X
TIPS PENCARIAN LIRIK FAVORIT ANDA
ANDA MENGETAHUI JUDUL DAN NAMA PENYANYI
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Now and then she re-reads the manuscriptSekali-sekali dia membaca ulang naskah ituOf the entire torrid affairDari seluruh kisah cinta yang membara ituThey compared their licensesMereka membandingkan izin merekaHe said, "I'm not a donor butDia bilang, "Aku bukan pendonor, tapiI'd give you my heart if you needed it"Akan kuberikan hatiku jika kau membutuhkannya"She rolled her eyes and said, "You're a professional"Dia menggelengkan kepala dan berkata, "Kau profesional"He said, "No, just a Good Samaritan"Dia bilang, "Tidak, hanya seorang Samaria yang baik"He said that if the sex was half as good as the conversation wasDia bilang jika hubungan intimnya setengah baiknya seperti percakapan ituSoon they'd be pushing strollersSegera mereka akan mendorong kereta bayiBut soon it was overTapi tak lama kemudian, semuanya berakhir
In the age of him she wished she was thirtyDi masa bersamanya, dia berharap usianya tiga puluhAnd made coffee every morning in a French pressDan membuat kopi setiap pagi dengan French pressAfterward she only ate kids' cerealSetelah itu, dia hanya makan sereal anak-anakAnd couldn't sleep unless it was in her mother's bedDan tidak bisa tidur kecuali di ranjang ibunyaThen she dated boys who were her own ageKemudian dia berkencan dengan cowok yang seumuranWith dartboards on the backs of their doorsDengan papan dart di belakang pintu merekaShe thought about how he saidDia berpikir tentang bagaimana dia berkataSince she was so wise beyond her yearsKarena dia begitu bijaksana melebihi usianyaEverything had been above boardSemua hal berjalan dengan jujurShe wasn't sureDia tidak yakin
And the years passed like scenes of a showDan tahun-tahun berlalu seperti adegan dalam sebuah pertunjukanThe professor said to write what you knowProfesor bilang untuk menulis apa yang kamu tahuLooking backwards might be the only wayMelihat ke belakang mungkin satu-satunya caraTo move forwardUntuk melangkah majuThen the actors were hitting their marksKemudian para aktor menempatkan diri mereka dengan baikAnd the slow dance was alight with the sparksDan tarian lambat itu dipenuhi dengan percikan apiAnd the tears fell in synchronicity with the scoreDan air mata jatuh selaras dengan iramaAnd at lastDan akhirnyaShe knew what the agony had been forDia tahu untuk apa semua penderitaan itu
The only thing that's left is the manuscriptSatu-satunya yang tersisa adalah naskah ituOne last souvenir from my trip to your shoresSatu kenang-kenangan terakhir dari perjalananku ke pantaimuNow and then I re-read the manuscriptSekali-sekali aku membaca ulang naskah ituBut the story isn't mine anymoreTapi ceritanya bukan milikku lagi
In the age of him she wished she was thirtyDi masa bersamanya, dia berharap usianya tiga puluhAnd made coffee every morning in a French pressDan membuat kopi setiap pagi dengan French pressAfterward she only ate kids' cerealSetelah itu, dia hanya makan sereal anak-anakAnd couldn't sleep unless it was in her mother's bedDan tidak bisa tidur kecuali di ranjang ibunyaThen she dated boys who were her own ageKemudian dia berkencan dengan cowok yang seumuranWith dartboards on the backs of their doorsDengan papan dart di belakang pintu merekaShe thought about how he saidDia berpikir tentang bagaimana dia berkataSince she was so wise beyond her yearsKarena dia begitu bijaksana melebihi usianyaEverything had been above boardSemua hal berjalan dengan jujurShe wasn't sureDia tidak yakin
And the years passed like scenes of a showDan tahun-tahun berlalu seperti adegan dalam sebuah pertunjukanThe professor said to write what you knowProfesor bilang untuk menulis apa yang kamu tahuLooking backwards might be the only wayMelihat ke belakang mungkin satu-satunya caraTo move forwardUntuk melangkah majuThen the actors were hitting their marksKemudian para aktor menempatkan diri mereka dengan baikAnd the slow dance was alight with the sparksDan tarian lambat itu dipenuhi dengan percikan apiAnd the tears fell in synchronicity with the scoreDan air mata jatuh selaras dengan iramaAnd at lastDan akhirnyaShe knew what the agony had been forDia tahu untuk apa semua penderitaan itu
The only thing that's left is the manuscriptSatu-satunya yang tersisa adalah naskah ituOne last souvenir from my trip to your shoresSatu kenang-kenangan terakhir dari perjalananku ke pantaimuNow and then I re-read the manuscriptSekali-sekali aku membaca ulang naskah ituBut the story isn't mine anymoreTapi ceritanya bukan milikku lagi