Lirik lagu ini menggambarkan rasa sakit setelah sebuah hubungan berakhir dengan cara yang pahit. Tokoh dalam lagu merasa dikhianati oleh seseorang yang dulu sangat ia cintai. Hubungan yang dulu penuh cinta berubah menjadi penuh luka, bahkan sampai membuatnya merasa seperti "dihapus" dari kehidupan orang tersebut. Namun di balik itu semua, ia masih mempertanyakan apakah semua perlakuan buruk yang ia terima benar-benar pantas, mengingat betapa tulusnya ia pernah mencintai.
Lagu ini juga menunjukkan ironi dalam sebuah perpisahan. Orang yang menyakitinya justru masih terlihat hadir dalam "pemakaman" hubungan mereka, seolah-olah ikut berduka atas sesuatu yang sebenarnya ia sendiri hancurkan. Ada kesan bahwa meskipun hubungan itu sudah berakhir, kenangan dan rasa bersalah tetap menghantui kedua belah pihak. Luka yang ditinggalkan tidak hanya melukai satu orang saja, tetapi juga meninggalkan bekas pada orang yang menyebabkan semua itu.
Pada akhirnya, lagu ini terasa seperti ungkapan emosi yang dalam tentang cinta yang berubah menjadi konflik dan penyesalan. Tokoh dalam lagu tidak bisa benar-benar pergi dengan tenang karena terlalu banyak rasa sakit yang belum selesai. Meski begitu, ia tahu bahwa kenangan tentang dirinya akan tetap hidup di hati orang yang pernah ia cintai, seperti gema dari air mata yang terus memantul dan tidak pernah benar-benar hilang.