Kau mengajarkanku keberanian bintang sebelum kau pergi.
How light carries on endlessly, even after death.
Bagaimana cahaya terus bersinar tanpa henti, bahkan setelah mati.
With shortness of breath, you explained the infinite.
Dengan napas yang terengah, kau menjelaskan yang tak terbatas.
How rare and beautiful it is to even exist.
Betapa langka dan indahnya kita bisa ada.
I couldnāt help but ask
Aku tak bisa menahan diri untuk bertanya
For you to say it all again.
Agar kau bisa mengatakannya lagi.
I tried to write it down
Aku mencoba menuliskannya
But I could never find a pen.
Tapi aku tak pernah bisa menemukan pulpen.
Iād give anything to hear
Aku akan melakukan apa saja untuk mendengar
You say it one more time,
Kau mengatakannya sekali lagi,
That the universe was made
Bahwa semesta diciptakan
Just to be seen by my eyes.
Hanya untuk dilihat oleh mataku.
I couldnāt help but ask
Aku tak bisa menahan diri untuk bertanya
For you to say it all again.
Agar kau bisa mengatakannya lagi.
I tried to write it down
Aku mencoba menuliskannya
But I could never find a pen.
Tapi aku tak pernah bisa menemukan pulpen.
Iād give anything to hear
Aku akan melakukan apa saja untuk mendengar
You say it one more time,
Kau mengatakannya sekali lagi,
That the universe was made
Bahwa semesta diciptakan
Just to be seen by my eyes.
Hanya untuk dilihat oleh mataku.
With shortness of breath, Iāll explain the infinite
Dengan napas yang terengah, aku akan menjelaskan yang tak terbatas
How rare and beautiful it truly is that we exist.
Betapa langka dan indahnya kita benar-benar ada.