Saat hati kita terlelap,
As our bodies rest,
Saat tubuh kita beristirahat,
The Heavens open up for us.
Langit terbuka untuk kita.
Put down your weapon, child,
Letakkan senjatamu, anakku,
And close your eyes,
Dan tutup matamu,
Because you and your enemies
Karena kau dan musuhmu
Are innocent tonight.
Semua tak bersalah malam ini.
I never wanted you,
Aku tak pernah menginginkanmu,
I never wanted you to go.
Aku tak ingin kau pergi.
There’s a voice inside your soul
Ada suara dalam jiwamu
That resonates through your skin and bone,
Yang bergema melalui kulit dan tulangmu,
Up through the blades of grass,
Menembus rerumputan,
Underneath the feet of God’s only son.
Di bawah kaki satu-satunya anak Tuhan.
The war that you’re fighting
Perang yang kau hadapi
Has already been won.
Sudah dimenangkan.
I just want to survive with you by my side.
Aku hanya ingin bertahan denganmu di sisiku.
With you by my side, I just want to survive.
Denganmu di sisiku, aku hanya ingin bertahan.
Crooked mouth, quiet down.
Mulut yang bengkok, diamlah.
Let your fists come undone.
Biarkan kepalanmu terbuka.
Miscarried love will be reborn.
Cinta yang hilang akan terlahir kembali.
When we sleep,
Saat kita tidur,
The devil’s arms are tied.
Tangan iblis terikat.
The war that we’re fighting
Perang yang kita hadapi
Has already been won…
Sudah dimenangkan…
I never wanted this,
Aku tak pernah menginginkan ini,
I never wanted this to go away.
Aku tak ingin ini pergi.
I never wanted this,
Aku tak pernah menginginkan ini,
I never asked for it,
Aku tak pernah memintanya,
I never meant to let it go.
Aku tak bermaksud untuk melepaskannya.
I just want to survive with you by my side.
Aku hanya ingin bertahan denganmu di sisiku.
With you by my side, I just want to survive.
Denganmu di sisiku, aku hanya ingin bertahan.