Kegelapan yang dinanti-nanti pun tiba.
Casting shadows on the walls.
Bayangan jatuh di dinding.
In the twilight how I am alone.
Di senja ini, aku merasa sendiri.
Sitting near the fireplaces.
Duduk dekat perapian.
Dying embers warm my face.
Kepingan bara yang memudar menghangatkan wajahku.
In this peaceful solitude.
Dalam kesunyian yang damai ini.
All the outside world subdued.
Semua dunia luar terasa tenang.
Everything comes back to me again.
Semua itu kembali padaku lagi.
In the blue.
Dalam nuansa biru.
Like an angel passing through my room.
Seperti malaikat yang melintas di kamarku.
Half awake and half in dreams.
Setengah terbangun dan setengah dalam mimpi.
Seeing unforgotten scenes.
Melihat kembali adegan-adegan yang tak terlupakan.
So the present runs into the past.
Jadi, masa kini bertemu dengan masa lalu.
Now and then become entwined.
Kadang-kadang saling terjalin.
Playing games within my mind.
Bermain-main dalam pikiranku.
Like the embers as they die.
Seperti bara yang perlahan padam.
Love was one prolonged goodbye.
Cinta adalah perpisahan yang berkepanjangan.
And it all comes back to me tonight.
Dan semua itu kembali padaku malam ini.
In the blue.
Dalam nuansa biru.
Like an angel passing through my room.
Seperti malaikat yang melintas di kamarku.
I close my eyes, and my twilight images go by.
Aku menutup mata, dan bayangan senja berlalu.
All too soon.
Terlalu cepat.
Like an angel passing through my room.
Seperti malaikat yang melintas di kamarku.
In this peaceful solitude.
Dalam kesunyian yang damai ini.
All the outside world subdued.
Semua dunia luar terasa tenang.
Everything comes back to me again.
Semua itu kembali padaku lagi.
In the blue.
Dalam nuansa biru.
Like an angel passing through my room.
Seperti malaikat yang melintas di kamarku.
I close my eyes, and my twilight images go by.
Aku menutup mata, dan bayangan senja berlalu.
All too soon.
Terlalu cepat.
Like an angel passing through my room.
Seperti malaikat yang melintas di kamarku.